Sampah sisa demo UU Ciptaker mencapai 17,5 ton

Sampah sisa demo UU Ciptaker mencapai 17,5 ton

Petugas membersihkan sisa bebatuan dan sampah usai aksi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020). ANTARA/Livia Kristianti/am.

Jakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyebut sampah sisa demonstrasi Undang-undang Cipta Kerja pada Selasa (13/4) sebanyak 17,5 ton.

"Total sampah yang berhasil kami angkut 17,5 ton atau 47, 43 meter kubik," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Petugas PPSU mulai bersihkan sampah sisa demonstrasi depan DPR RI

Untuk mengangkut sampah tersebut, DLH DKI Jakarta menurunkan sebanyak 500 petugas  untuk membersihkan jalan dan fasilitas umum.

Selain ratusan personel DLH DKI juga mengerahkan puluhan armada dengan rincian 12 unit penyapu jalan otomatis (road sweeper), 12 unit pikap, 11 unit truk sampah anorganik, dan 25 unit truk sampah jungkit.

Baca juga: LH: Penutupan jalan akibat demo tak ganggu operasional truk sampah DKI

Dia menjelaskan ratusan petugas dan armada disebar ke beberapa lokasi konsentrasi sampah, di antaranya Jalan Medan Merdeka Barat tepatnya depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Timur, Tugu Tani, sekitar Jalan Budi Kemuliaan, dan Kawasan Simpang Senen.

Baca juga: Demonstrasi 30 September hasilkan sampah 20 ton lebih

"Petugas kami siapkan dengan 650 karung dan 250 sapu. Kami terus lakukan penanganan sampah sampai tuntas," tutur Andono.

Pada Hari Selasa (13/10) itu salah satu elemen ormas islam menggelar aksi protes mengenai Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta Pusat.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020