KAI gelar sosialisasi keselamatan kepada publik di pelintasan sebidang

KAI gelar sosialisasi keselamatan kepada publik di pelintasan sebidang

Dokumentasi. Petugas melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/10/2020). ANTARA FOTO/Moch Asim/aww (ANTARA FOTO/MOCH ASIM)

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta menggelar sosialisasi keselamatan di pelintasan sebidang dalam rangka mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan disiplin guna meminimalisasi kecelakaan.

"PT KAI Daop 1 Jakarta mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi perlintasan sebidang kereta api," ujar Executive Vice President PT KAI Daop 1 Jakarta Eko Purwanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Masih rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang yang dapat mengakibatkan kecelakaan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta menggelar kegiatan sosialisasi di tiga titik Pelintasan Sebidang, yakni JPL 17 Kemayoran, JPL 14 Bukit Duri dan JPL 11 Jalan Industri, pada Rabu (14/10).

Dalam kegiatan sosialisasi yang turut menggandeng instansi Keamanan setempat dan pecinta Kereta Api ini dilakukan pembagian stiker dan masker, pembentangan spanduk dan poster berisi himbauan, serta aksi teatrikal korban kecelakaan di pelintasan sebidang.

PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat, sejak Januari hingga September 2020 telah terjadi 17 kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api, dengan data korban meninggal sebanyak empat orang, luka berat enam orang, dan luka ringan sebanyak 10 orang.

Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Sementara sesuai PM 36 Tahun 2011 tentang Perpotongan Dan/Atau Persinggungan Antara Jalur Kereta Api dengan Bangunan Lain pada Pasal 6 ayat 1 menyebutkan bahwa pada perlintasan sebidang, kereta api mendapat prioritas berlalu lintas.

Tidak hanya itu, kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya merugikan pengguna jalan tapi juga dapat merugikan KAI. Tidak jarang perjalanan KA lain terhambat, kerusakan sarana atau prasarana perkeretaapian, hingga petugas KAI yang terluka akibat kecelakaan di perlintasan sebidang.

Untuk menekan angka kecelakaan dan korban, maka masyarakat diharapkan dapat lebih disiplin berlalu lintas dan menyadari dan memahami juga fungsi pintu pelintasan.

“Perjalanan kereta api lebih diutamakan karena jika terjadi kecelakaan dampak dan kerugian yang ditimbulkan dapat lebih besar, sehingga pengguna jalan yang harus mendahulukan jalannya KA. Maka dari itu pintu perlintasan utamanya difungsikan untuk mengamankan perjalanan KA,” ujar Eko.

Adapun total pelintasan sebidang di wilayah Daop 1 Jakarta sebanyak 452, yang terbagi menjadi pelintasan sebidang resmi 244 dan liar 208. Sedangkan untuk pelintasan tidak sebidang yang telah difasilitasi flyover dan underpass sebanyak 59 titik.

Sebagai bentuk upaya meningkatkan faktor keselamatan PT KAI juga terus melakukan kordinasi bersama DJKA Kemenhub dan Pemda setempat terkait penutupan sejumlah pelintasan sebidang. Saat ini pemerintah daerah juga secara bertahap membangun fasilitas flyover ataupun underpass sejumlah titik untuk meminimalisir kecelakaan lalulintas di pelintasan sebidang.

Baca juga: Daop Surabaya: Tren kecelakaan di perlintasan sebidang meningkat 
Baca juga: Tingkatkan keselamatan, KAI Cirebon tutup 14 perlintasan sebidang
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020