Gempa magnitudo 5,2 terjadi di pantai barat Meulaboh Aceh

Gempa magnitudo 5,2 terjadi di pantai barat Meulaboh Aceh

Dokumentasi - Sejumlah warga berhamburan keluar dari warung kopi dan pertokoan di ruas Jalan Gajah Mada, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, saat terjadinya gempa bumi berkekuatan 6,4 SR pada Selasa (7/1/2020) siang. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Jakarta (ANTARA) - Gempa tektonik dengan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Samudra Hindia tepatnya di pantai barat Meulaboh Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh pada Kamis (15/10) pukul 11.59.53 WIB.

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis, hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Episenter gempa bumi yang setelah di perbarui berkekuatan magnitudo 5,0 itu terletak pada koordinat 4,02 LU dan 95,89 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 km arah Barat Daya Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Aceh pada kedalaman 54 km.

Baca juga: Gempa dengan magnitudo 5,0 guncang Meulaboh

Baca juga: Gempa 5.4 SR guncang Meulaboh Aceh


Gempa bumi dangkal itu akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).

Guncangan gempa tersebut dirasakan sampai ke Nagan Raya pada skala IV MMI, yaitu bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di Aceh Jaya pada skala III MMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Guncangan gempa juga dirasakan di Banda Aceh, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya pada skala II MMI dimana getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. BMKG juga belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan.*

Baca juga: SAR Meulaboh siaga satu pascagempa Mentawai

Baca juga: Meulaboh gempa 5,5 skala Richter
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020