Hari Pangan Sedunia, Menteri Edhy sebut perikanan solusi pandemi

Hari Pangan Sedunia, Menteri Edhy sebut perikanan solusi pandemi

Ilustrasi - Sejumlah nelayan memilih berbagai jenis ikan di atas kapalnya saat bersandar di Pelabuhan Tegal, Jawa Tengah, Senin (23/9/2019). ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ama.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat merayakan Hari Pangan Sedunia menyatakan bahwa komoditas sektor kelautan dan perikanan merupakan solusi beragam permasalahan pangan pada masa pandemi ini.

"Peringatan Hari Pangan satu momentum yang baik, untuk meyakinkan kita bahwa dalam menghadapi sulitnya kondisi saat ini imbas COVID-19, saya sangat optimis sektor kelautan dan Perikanan menjadi solusi," kata Menteri Edhy di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, selain sebagai solusi kecukupan pangan dan gizi warga, sektor kelautan dan perikanan juga dapat menjadi andalan baik untuk membuka lapangan pekerjaan maupun devisa negara.

Menteri mengakui negara-negara di dunia tengah menghadapi masa-masa sulit karena krisis terjadi di tiga sektor sekaligus, yakni krisis kesehatan, ekonomi, dan sosial, namun dia optimistis sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi solusi mendongkrak kembali pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca juga: Rokhmin Dahuri: Ekonomi kelautan berkontribusi besar bagi pertumbuhan

Baca juga: Menteri Edhy minta pengusaha perikanan tidak terlalu cemaskan pandemi


Kepercayaan diri ini lantaran ia melihat permintaan hasil perikanan Indonesia tetap tinggi di pasar internasional, yaiti adanya peningkatan ekspor sebesar 6,9 persen pada semester I 2020 atau setara 2,4 miliar dolar AS.

Selain itu, ujar dia, sumber daya ikan di Indonesia sangat melimpah, yaitu di perikanan tangkap potensinya mencapai 12,5 juta ton per tahun dan lahan budidaya lebih dari 4,5 juta hektar.

"Hanya saja, hasilnya belum optimal," kata Menteri Kelautan dan Perikanan.

Untuk meningkatkan produksi sektor perikanan, Edhy menyatakan rutin membangun komunikasi dengan banyak pihak.

Baca juga: Empat peluang investasi Jepang di Indonesia sektor perikanan

Komunikasi tersebut, lanjutnya, tidak sebatas dengan pemangku kepentingan, tapi juga pemerintah daerah serta kementerian maupun lembaga hingga organisasi dunia, salah satunya FAO.

Edhy mencontohkan beberapa keberhasilan dari membangun komunikasi itu di antaranya harga pakan ikan yang tidak naik di masa pandemi, kemudahan perizinan kapal di atas 30 GT yang kini hanya butuh waktu satu jam, serta masuknya ikan dalam item bantuan sosial.

Dalam rangka menjamin rantai produksi sektor kelautan dan perikanan berjalan di masa pandemi, KKP akan menyalurkan sejumlah bantuan dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Di antaranya bantuan gudang pendingin portable, alat tangkap ikan, keramba jaring apung, sarana dan prasana untuk petambak garam di berbagai daerah di Tanah Air.

Menteri Kelautan dan Perikanan memastikan, kebijakan KKP tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi tapi juga keberlanjutan.

Baca juga: UMKM perikanan diajak berinovasi perkecil susut dan limbah pangan

Baca juga: KKP targetkan konsumsi ikan capai 62 kilogram/kapita pada 2024
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020