Peserta: JKN-KIS bantu pengobatan tanpa perlu khawatir

Peserta: JKN-KIS bantu pengobatan tanpa perlu khawatir

Peserta program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Suwarni, mengatakan jaminan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membantu pengobatannya secara penuh sehingga ia tidak lagi khawatir biaya mahal saat berobat, Halmahera Timur, Jumat (16/10/2020). ANTARA/HO-Humas BPJS Kesehatan/am.

Jakarta (ANTARA) - Salah satu peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Suwarni mengatakan jaminan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membantu pengobatannya secara penuh sehingga ia tidak lagi khawatir biaya mahal saat berobat.

"Saya berharap program JKN KIS yang sangat baik ini akan terus berlanjut untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan prinsip gotong royongnya. Sekali lagi terima kasih JKN KIS," kata Suwarni melalui keterangan pers BPJS Kesehatan, Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan dirinya sudah lebih dari setahun menderita hipertensi, salah satu penyakit tidak menular yang kerap tidak disadari karena tidak memiliki gejala khusus, tetapi dapat menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah dan komplikasi kesehatan lain seperti jantung, stroke bahkan kematian jika tidak dikontrol dengan baik.

Warga Desa Wayamli, Kecamatan Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Timur itu mengatakan sekitar Mei 2019 dirinya merasakan sakit kepala yang sangat berat, lemas dan penglihatannyakabur.

Baca juga: Iuran JKN naik, kualitas pelayanan juga harus ditingkatkan

Baca juga: Peserta akui dapat manfaat besar JKN setelah 4 tahun jalani cuci darah


Ia ingin memeriksakan diri ke dokter tetapi khawatir biaya berobatnya mahal karena ia tidak memiliki uang.

Untungnya, ia sudah terdaftar sebagai peserta JKN KIS. Dan dengan berbekal kartu KIS dari BPJS Kesehatan, dirinya memberanikan diri untuk periksa ke Rumah Sakit.

“Saat sampai di RSUD Maba, petugas poli RS langsung membawa saya ke IGD karena melihat kondisi saya yang waktu itu mulai mengalami penurunan kesadaran. Syukur alhamdulillah petugas IGD menangani saya dengan cepat dan baik sehingga tidak berakibat fatal," kata Suwarni.

Setelah dirawat selama 5 hari dan kondisinya mulai stabil, ia diperbolehkan pulang. Saat ini ia masih rutin kontrol ke Puskesmas Wayamli dan minum obat penurun tekanan darah setiap harinya. Makanan dan aktivitas yang dilakukannya sehari-hari juga mulai ia kontrol agar hipertensinya tetap dapat dijaga

Suwarni mengaku sempat tidak berani berobat karena khawatir biayanya mahal. Tetapi kekhawatiran tersebut lenyap karena biaya berobat di rumah sakit hingga kontrol rutinnya dijamin oleh JKN KIS.

Untuk itu, dirinya mengaku sangat bersyukur dan menyampaikan terima kasih karena mendapat bantuan dari pemerintah.

Baca juga: Rehabilitasi medik dijamin JKN sesuai indikasi

Baca juga: Ancaman gagal ginjal dibalik minuman berenergi
Pewarta : Katriana
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020