China: Kemasan makanan beku dapat tularkan COVID-19

China: Kemasan makanan beku dapat tularkan COVID-19

Dokumentasi - Suasana Pasar Induk Xinfadi di Distrik Fengtai, Beijing, China, pada sore hari 19 Juli 2019. (ANTARA/M. Irfan Ilmie)

Beijing (ANTARA) - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China pada Sabtu (17/10) mengatakan orang-orang dapat terinfeksi jika melakukan kontak dengan kemasan makanan beku yang terkontaminasi virus corona yang masih hidup.

Kesimpulan itu didapat setelah CDC China mendeteksi dan mengisolasi virus corona hidup di luar kemasan makanan beku selama upaya pelacakan virus pada wabah yang dilaporkan muncul pekan lalu di Kota Qingdao, kata CDC di situsnya.

Temuan itu, yang pertama di dunia, menunjukkan kemungkinan virus ditularkan dari jarak jauh melalui makanan beku, kata CDC.

Dua pegawai dermaga di Kota Qingdao, yang sebelumnya didiagnosis sebagai orang tanpa gejala (OTG) pada September, membawa virus itu ke rumah sakit selama karantina akibat disinfeksi dan perlindungan yang tidak memadai.

Kejadian itu menyebabkan 12 kasus infeksi lainnya terkait dengan rumah sakit tersebut, menurut otoritas pekan lalu.

Namun, pernyataan terkini CDC tidak menunjukkan bukti kuat bahwa kedua pegawai di Qingdao itu tertular virus dari kemasan secara langsung. Mereka bisa jadi terinfeksi virus dari tempat lain dan kemudian mengontaminasi kemasan makanan yang mereka tangani, kata profesor virologi di Universitas Hong Kong, Jin Dong-Yan.

CDC belum menemukan kasus soal konsumen terinfeksi virus tersebut dengan memegang makanan beku. Lembaga itu juga mengatakan kemungkinan kejadian seperti itu masih sangat kecil. 

Meskipun demikian, pihaknya mengimbau agar para pekerja yang menangani, memproses, dan menjual produk makanan beku menghindari kontak langsung kulit anggota tubuh mereka dengan produk-produk, yang bisa saja terkontaminasi.

Pekerja tidak boleh menyentuh mulut atau hidung mereka sebelum melepaskan seragam kerja, yang kemungkinan terkontaminasi karena mereka tidak mencuci tangan, dan sebaiknya menjalani tes secara teratur, kata CDC.

Sebelum temuan terbaru CDC muncul, jejak genetik virus ditemukan di sejumlah sampel yang diambil dari makanan beku atau kemasan makanan, namun jumlah virusnya kecil dan tidak ada virus hidup yang terisolasi, katanya.

Menurut Jin, hanya virus hidup yang mampu menginfeksi orang, sementara sampel yang berisi virus mati juga dapat terbukti positif memiliki jejak.

Sumber: Reuters

Baca juga: Virus corona ditemukan pada makanan laut beku di China

Baca juga: Virus corona pada kemasan, China tangguhkan impor makanan laut Rusia

Baca juga: Otoritas China temukan virus corona pada kemasan cumi-cumi impor


 

Pasar Utara Shenyang yang telah bersolek

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020