MPR For Papua komitmen bantu pemerintah selesaikan persoalan

MPR For Papua komitmen bantu pemerintah selesaikan persoalan

Pimpinan MPR RI dan MPR RI For Papua menerima audiensi dengan Majelis Rakyat Papua Barat, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin. (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI For Papua Yorrys Raweyai menegaskan pihaknya tetap berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di Bumi Cenderawasih tersebut, khususnya jelang berakhirnya otonomi khusus Papua pada 2021.

"MPR RI For Papua tetap berkomitmen memberikan solusi bukan sebagai pemantik. Terakhir ada kesepakatan bersama Menko Polhukam bersama Menteri Dalam Negeri, Kapolri, dan Panglima TNI bahwa MPR RI For Papua dipercaya sebagai fasilitator dan komunikator terkait persoalan Papua antara pemerintah pusat dan daerah," kata Yorrys saat menerima audiensi MRP Papua Barat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan berdasarkan UU nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3), MPR bisa membentuk lembaga atau alat kelengkapan dalam menunjang program kebangsaan MPR.

Karena itu menurut dia, MPR membentuk MPR RI For Papua, dan pihaknya menyusun strategi dalam rangka menyelesaikan persoalan Papua secara komprehensif.

Baca juga: PB PON minta maaf, peresmian kegiatan PON XX dilakukan secara virtual
Baca juga: 25 persen ASN positif, Papua segera berlakukan bekerja dari rumah
Baca juga: Yan Mandenas ajak masyarakat Papua gunakan hak pilih di masa pandemi


"Kami sudah komunikasi dengan Bappenas karena diberikan kepercayaan membuat grand desain pembangunan Papua ke depan," ujarnya.

Dia mengakui bahwa ada isu hangat menjelang berakhirnya otonomi khusus (otsus) Papua misalnya terkait dana otsus yang akan berakhir pada tahun depan dan pemekaran.

Menurut dia, pemerintah sedang menata terkait otsus Papua dan biarkan pemerintah bekerja, sedangkan MPR akan terus komunikasi dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang telah ditunjuk Presiden Jokowi untuk menjadi Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Papua.

"MPR For Papua sudah ada kesepakatan menjadi komunikator untuk menyelesaikan masalah di Papua. Persoalan di Papua adalah masalah lama, kita tata dengan komitmen agar 5-10 tahun ke depan harus lebih baik," ujarnya.

Hadir dalam audiensi tersebut Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani, Sekretaris MPR RI For Papua Filep Wamafma, dan Ketua MRP Papua Barat Maxsi Nelson Ahoren.

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020