Sulut daftarkan total 117.233 pekerja keagamaan ke BPJAMSOSTEK

Sulut daftarkan total 117.233 pekerja keagamaan ke BPJAMSOSTEK

Sebanyak 40.000 pekerja sosial keagamaan (Perkasa) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) jadi peserta BPJAMSOSTEK, Selasa. (1)

Manado (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melindungi sebanyak 117.233 program Perlindungan Pekerja Sosial Keagamaan (Perkasa) di daerah tersebut.

Kepala BPJamsostek Cabang Manado, Hendrayanto, Selasa, mengatakan saat ini Program Perkasa kembali menjangkau 40.000 peserta baru.

Kebijakan yang digulir sejak 2018 menjadi satu-satunya program yang melindungi para pekerja sosial keagamaan di Indonesia.

“Program Perkasa yang direalisasikan sejak 2018 merupakan gagasan dan inovasi Pak Olly Dondokambey, diawali dengan mendaftarkan 35 ribu pekerja keagamaan sebagai peserta. Dan hasil inovasi tersebut telah mengukir prestasi rekor Muri,” ujar Hendrayanto, dalam agenda Perlindungan 40.000 Perkasa Pekerja Sosial Keagamaan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di Four Points.

Baca juga: BPJAMSOSTEK-Pemprov Sulut beri perlindungan bagi 36 ribu buruh tani

Baca juga: Ribuan THL/nonASN Minahasa Selatan dijamin BPJAMSOSTEK


Dia menjelaskan sampai tahun 2020, jumlah pekerja sosial keagamaan sudah mencapai 77.233 peserta, dan kembali bertambah hari ini 40 ribu, sehingga totalnya mencapai 117,233 peserta.

Dia mengatakan pihaknya bangga dengan program Perkasa yang merupakan satu satunya program di Indonesia yang melindungi pekerja sosial keagamaan. Di di tempat lain ada tetapi tidak se signifikan di Sulut.

“Pak Olly Dondokambey tidak membatasi jumlah peserta yang siap diberikan perlindungan. Hal ini patut kami berikan apresiasi,” katanya.

Hendrayanto mengungkap sebagai peserta perlindungan BPJamsostek, akan menerima sejumlah manfaat. Karena peserta secara langsung telah menjadi peserta jaminan kecelakaan kerja dan kematian.

Jika terjadi risiko meninggal dunia, BPJamsostek akan menyerahkan santunan sebesar 42 juta. Ini membantu keluarga yang ditinggalkan. Selanjutnya, karena peserta sudah memasuki tahun yang ketiga, maka jika terjadi risiko meninggal maka diberikan beasiswa pendidikan kepada dua anak sampai ke jenjang perguruan tinggi,” katanya.

Harapannya, bisa disampaikan juga ke organisasi yang belum terlindungi, karena melalui program Perkasa ini bisa mendapatkan perlindungan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Erny Tumundo mengatakan tambahan peserta sebanyak 40.000 merupakan bentuk apresiasi pemerintah.

“Program Perkasa bagi pekerja sosial keagamaan ini sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh agama yang ada di Sulut, yang menjangkau 6 golongan agama yakni Kristen (Protestan), Katolik, Islam, Hindu, Buddha, Khonghucu serta berbagai denominasi gereja,” ujarnya.

Program Perkasa telah memberi banyak manfaat bagi pekerja. Di mana jumlah santunan yang diberikan sudah mencapai 227 orang dengan nominal Rp9 Miliar. Dalam waktu dekat ini akan kembali disalurkan kepada 32 ahli waris.

“Program ini akan terus dilanjutkan, karena Pak Olly Dondokambey melihat bahwa peran pekerja sosial keagamaan sangat membantu pemerintah,” katanya.*

Baca juga: BPJAMSOSTEK terima 89.454 rekening penerima BSU di Sulut

Baca juga: 30.000 petani Sulut akan dilindungi BPJAMSOSTEK
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020