Ma'ruf Amin: Ekonomi syariah dan konvensional harus bersinergi

Ma'ruf Amin: Ekonomi syariah dan konvensional harus bersinergi

Wakil Presiden Ma'ruf Amin . ANTARA/HO-Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mengatakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah harus bersinergi dan saling melengkapi dengan sistem konvensional yang sudah berjalan sehingga Indonesia dapat menganut sistem ekonomi ganda.

"Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia harus disinergikan dengan pengembangan ekonomi dan keuangan konvensional. Hal ini penting karena kita menganut dual economic system yang saling melengkapi," kata Ma'ruf Amin saat mengikuti acara Best Syariah 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Selasa.

Wapres menegaskan bahwa ekonomi dan keuangan syariah, yang terus didorong pengembangannya, tidak bersifat ekslusif atau hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu.

Baca juga: Ma'ruf Amin sebut aset merger bank syariah capai Rp390 triliun di 2025

Ia mengatakan bahwa sistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia akan dibangun dengan universal dan terbuka bagi seluruh kalangan masyarakat.

"Perlu saya tekankan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah ditempatkan sebagai sebuah pilihan aktivitas ekonomi yang rasional bagi masyarakat. Dengan demikian, ekonomi dan keuangan syariah bukan merupakan hal yang eksklusif, melainkan menjadikannya bersifat universal sesuai dengan prinsip rahmatan lil alamin," katanya menegaskan.

Ma'ruf menjelaskan bahwa ekonomi syariah saat ini makin berkembang dengan adanya berbagai bentuk produk dan jasa keuangan syariah, seperti asuransi, pasar modal, reksadana, lembaga keuangan, dan bisnis lainnya.

Kegiatan perekonomian dan keuangan syariah di Indonesia juga didukung dengan regulasi yang secara khusus mengatur tentang aktivitas tersebut, yakni Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, UU Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN); serta berbagai peraturan dari Bank Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).

"Ekonomi syariah, yang berkembang di Indonesia saat ini, merupakan hasil perjuangan panjang melalui pengorganisasian yang cermat dari sisi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi secara terus-menerus dari para pemangku kebijakan dan pelaku ekonomi syariah," katanya.

Baca juga: Bank BJB Syariah tumbuh positif di tengah pandemi COVID-19

Baca juga: Pakar: Merger bank syariah BUMN optimalkan pasar ekonomi syariah

Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020