Rupiah ditutup menguat tajam, saat pasar pantau progres stimulus AS

Rupiah ditutup menguat tajam, saat pasar pantau progres stimulus AS

Ilustrasi: Karyawan memegang mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta Pusat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan./aww. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada pada Selasa sore ditutup menguat di tengah pasar yang masih memantau perkembangan stimulus lanjutan di Amerika Serikat (AS).

Rupiah ditutup menguat 50 poin atau 0,34 persen menjadi Rp14.658 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.708 per dolar AS.

"Dari eksternal, pasar terus memantau jelang batas waktu Selasa yang diberlakukan untuk meloloskan langkah-langkah stimulus AS terbaru," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi telah menetapkan tenggat waktu terkait stimulus pada Selasa (20/10) waktu AS dan Menteri Keuangan Steve Mnuchin juga terus mempersempit perbedaan terkait besaran stimulus.

Baca juga: IHSG ditutup merosot, tertekan aksi ambil untung

Juru bicara Pelosi, Drew Hammill men-tweet pada Senin (19/10) lalu bahwa Pelosi juga berharap akan ada "kejelasan" tentang apakah langkah-langkah itu dapat disahkan sebelum pemilihan presiden 3 November mendatang

Sementara itu Wakil Ketua Federal Reserve (Fed) Richard Clarida menyoroti kebutuhan yang mendesak agar langkah-langkah stimulus disahkan. Meskipun ekonomi AS pulih dengan kuat setelah mengalami pukulan besar akibat COVID-19, ia memperingatkan bahwa perlu waktu satu tahun lagi bagi ekonomi untuk kembali ke tingkat sebelum krisis dan membutuhkan waktu lebih lama bagi pasar tenaga kerja untuk memulihkan kerugian.

Sementara itu pembicaraan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa (UE) pecah setelah kepala negosiator Inggris David Frost memperingatkan bahwa negara tersebut tidak melihat dasar untuk melanjutkan pembicaraan perdagangan kecuali ada perubahan mendasar dalam pendekatan Uni Eropa. Komentar Frost sebelumnya memupuskan harapan bahwa negosiasi antara kedua pihak akan dilanjutkan.

Baca juga: OJK: Kepercayaan publik terhadap pasar modal masih terus meningkat

Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan yang akomodatif untuk menanggapi pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.

Dari domestik, mahasiswa dan aktivis buruh saat ini melakukan demonstrasi masih menolak UU Cipta kerja, yang dikawal oleh aparat kepolisian, TNI serta Satpol PP.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp14.673 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.658 per dolar AS hingga Rp14.718 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.729 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.741 per dolar AS.

Baca juga: BI-OJK kerja sama penguatan proses pemberian PLJP kepada perbankan
 
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020