Tokoh: Komitmen Jokowi bangun jalan tol dongkrak ekonomi daerah

Tokoh: Komitmen Jokowi bangun jalan tol dongkrak ekonomi daerah

Foto udara Tol Pekanbaru-Dumai di Riau, Sabtu (26/9/2020). Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,5 Kilometer ini baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 26 September kemarin dan merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera sepanjang 2.878 kilometer. ANTARA FOTO/FB Anggoro/wsj/aa.

Lebak, Banten (ANTARA) - Tokoh masyarakat Kabupaten Lebak Provinsi Banten Roji Santani mengatakan komitmen Presiden Joko Widodo membangun jalan tol di berbagai daerah di Tanah Air dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami mengapresiasi tahun 2020 diberbagai daerah sudah dioperasikan jalan tol," kata Roji Santani saat refleksi satu tahun kepemimpinan Jokowi-KH Ma'ruf Amin di Lebak, Selasa.

Baca juga: Setahun Jokowi-Ma'ruf, program tol laut semakin memacu perekonomian

Pembangunan jalan tol tersebut tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat, termasuk tol Serang-Panimbang yang melintasi wilayah Kabupaten Lebak.

Pergerakan ekonomi akan cepat berkembang dan dilirik para investor untuk membangun kawasan industri, pusat perdagangan hingga jasa karena dapat kemudahan dan kelancaran akses lalu lintas.

Baca juga: Peneliti: Setahun Jokowi-Ma'ruf menonjol di pembangunan infrastuktur

Komitmen Jokowi pada jabatan pertama menjadi Presiden dan Wakilnya Yusuf Kalla merealisasikan pembangunan infrastuktur jalan tol baik di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa.

Bahkan, beberapa daerah kini telah diresmikan dan dioperasikan pembangunan jalan tol.

Baca juga: Setahun Jokowi-Ma'ruf, pemerintah beri insentif hingga kemudahan UMKM

"Kami yakin jalan tol itu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," kata mantan anggota DPRD Lebak.

Ia mengatakan, pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin pada jabatan tahun kedua agar bertindak tegas dengan melakukan pergantian terhadap menteri yang gagal melaksanakan kerja.

Begitu juga Jokowi bertindak tegas juga kepada pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang masih melindungi pimpinan partai politik yang diduga terlibat kasus korupsi miliaran rupiah.

Presiden Jokowi harus mendengar keluh kesah rakyat dibandingkan para menteri yang melapor "asal bapak senang" atau ABS.

Disamping itu juga Jokowi terlebih dahulu mengoptimalkan sosialisasi agar masyarakat dan berbagai elemen tidak ada penolakan, seperti kebijakan UU Cipta Kerja Omnibus Law.

"Kami optimistis Jokowi-Ma'ruf mampu membangun Indonesia lebih maju," katanya.
 
Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020