Kasus COVID-19 di Pulau Karimunjawa Jepara masih nihil

Kasus COVID-19 di Pulau Karimunjawa Jepara masih nihil

Pulau Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Jepara (ANTARA) - Pulau Karimunjawa, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih bisa mempertahankan statusnya sebagai satu-satunya kecamatan di Jepara yang berzona hijau, meskipun sejak sepekan sebelumnya dibuka kunjungan wisatawan dari berbagai daerah di Tanah Air.

"Hingga saat ini, memang tidak ada temuan kasus COVID-19 di Karimunjawa. Kami berharap dukungan semua pihak, terutama wisatawan yang datang ke Karimunjawa untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata Camat Karimunjawa Nor Soleh di Jepara, Sabtu.

Ia juga berharap keterbukaan dari biro wisata untuk menyampaikan data wisatawan, termasuk tempat penginapannya dan objek wisata yang hendak dikunjungi.

Ketika data kunjungan wisatawan tercatat dengan baik, setidaknya ketika terjadi permasalahan terkait COVID-19 bisa langsung dilakukan penelusuran kontak sehingga potensi penularannya bisa dicegah sedini mungkin.

Sejak Pulau Karimunjawa terbuka untuk kunjungan wisatawan pada tanggal 16 Oktober 2020, kata dia, hingga kini memang belum ditemukan adanya wisatawan yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Petugas juga tidak mungkin mengawasi semua wisatawan karena hingga kini belum mengetahui data wisatawan secara detail, termasuk tempat menginapnya," ujarnya.

Terkait penerapan protokol kesehatan di hotel, dia mengakui, tidak mengkhawatirkan dari organisasi mereka juga cukup peduli dalam memerangi COVID-19, sedangkan untuk pemilik homestay yang dikelola secara personel harapannya juga tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kewajiban mematuhi protokol kesehatan tidak hanya berlaku untuk wisatawan, melainkan warga Karimunjawa juga harus mematuhi terlebih saat ini banyak orang luar Karimunjawa yang berdatangan.

Ia berharap dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, maka upaya pemulihan ekonomi dan kesehatan juga harus berjalan beriringan di tengah pandemi COVID-19.

Baca juga: Kembali dibuka, 248 wisatawan pertama kunjungi Karimunjawa Jepara

Baca juga: Kembangkan Bandara Karimunjawa, Menhub harapkan rute bertambah


Apalagi, kata dia, warga Karimunjawa yang biasanya mendapatkan pemasukan dari kunjungan wisatawan, sejak 17 Maret hingga 16 Oktober 2020 tidak lagi memiliki pemasukan sehingga keputusan dibuka kembali objek wisata Karimunjawa memang disambut warga yang memang menggantungkan hidupnya dari wisatawan.

Meskipun demikian, beberapa warga Karimunjawa juga ada yang mengkhawatirkan akan terjadinya penularan COVID-19 ketika ada wisatawan yang abai dengan protokol kesehatan.

Indah yang merupakan warga Desa Kemojan, Karimunjawa, mengakui ada kekhawatiran dengan dibukanya kembali wisata ke Karimunjawa karena yang berkunjung dari berbagai daerah di Tanah Air, termasuk ada turis asingnya.

"Mudah-mudahan, semua disiplin mematuhi protokol kesehatan dan tidak memalsukan hasil tes cepat (rapid test) COVID-19," ujarnya.

Berdasarkan laman https://corona.jepara.go.id/, tercatat dari 16 kecamatan di Kabupaten Jepara hanya Kecamatan Karimunjawa yang temuan kasus COVID-19 masih nihil, sedangkan kecamatan lainnya terdapat temuan kasus dengan jumlah bervariasi, termasuk kasus meninggal dunia karena COVID-19. 

Baca juga: Ganjar: Protokol kesehatan ketat pada pembukaan kembali Karimunjawa

Baca juga: Karimunjawa dibuka bertahap, harus rapid test sebelum ke objek wisata


 
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020