676 pasien positif COVID-19 di Agam dinyatakan sembuh

676 pasien positif COVID-19 di Agam dinyatakan sembuh

Sebaran pasien positif COVID-19 di Kabupaten Agam, Jumat (23/10). (ANTARA/Dinkes)

Lubukbasung, Sumbar (ANTARA) - Sebanyak 676 pasien dari 1.016 pasien positif di Kabupaten Agam, Sumatera Barat dinyatakan sembuh setelah hasil usapnya negatif dua kali berturut-turut.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Agam, Martias Wanto di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan ke 676 pasien itu tersebar di 16 kecamatan di Agam.

"Ini data yang kita peroleh dari Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso, Jumat (23/10)," katanya.

Ia mengatakan, saat ini jumlah pasien positif di Agam 322 orang yang dirawat di rumah sakit 25 orang, karantina 19 orang dan isolasi mandiri 280 orang.

Sedangkan penderita 65 orang, kemungkinan positif dua orang dan kontak erat 662 orang.

Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, tambahnya, Pemkab Agam melarang warga menggelar pesta pernikahan, karena penyebaran terbanyak akibat pesta pernikahan.

Selain itu, melakukan tes usap bagi seluruh aparatur sipil negara di daerah itu secara massal.

"Tes usap bagi aparatur sipil negara itu telah diadakan semenjak beberapa bulan lalu dalam memutus mata rantai COVID-19," katanya.

Pihaknya, mengingatkan warganya agar disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan membiasakan memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.
 

Tim penggerak Peraturan Daerah NO 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) terus melakukan penindakan terhadap pelanggar protokol kesehatan COVID-19.
 

Untuk itu masyarakat diminta mematuhi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca juga: Empat Komisioner KPU-Bawaslu Kabupaten Agam positif COVID-19

Baca juga: 20 warga Agam positif COVID-19 dan 11 sembuh

Baca juga: 382 warga Agam Sumbar sembuh dari COVID-19

Pewarta : Altas Maulana
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020