Total kasus COVID-19 Jakarta pada Sabtu (24/10) tembus 100.220

Total kasus COVID-19 Jakarta pada Sabtu (24/10) tembus 100.220

Pengunjung mencuci tangan saat memasuki kawasan wisata Kota Tua di Jakarta, Sabtu (24/10/2020). Kawasan Kota Tua dibuka kembali pascapenerapan PSBB transisi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Total kasus positif paparan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Jakarta, menembus angka 100.220 kasus, setelah pada Sabtu tanggal 24 Oktober 2020 ini terjadi pertambahan sebesar 1.062 kasus, dari jumlah sebelumnya 99.158 kasus.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta dalam laman corona.jakarta.go.id, yang dipantau di Jakarta, Sabtu, pertambahan kasus yang dilaporkan pada hari ini sebanyak 1.062 kasus, merupakan hasil gabungan dari pemeriksaan usap (swab test PCR) pada Jumat 23 Oktober 2020 yang dilaporkan hari ini sebanyak 867 kasus dan data laporan pemeriksaan dari dua lab tanggal 21-22 Oktober 2020 yang baru masuk pada hari Sabtu ini sebanyak 195 kasus.

Baca juga: Kelurahan di Jaksel kampanyekan pencegahan COVID-19 lewat mural

Dari data pertambahan pasien positif COVID-19 Jakarta selama sepekan terakhir, pertambahan sebanyak 1.062 kasus ini, lebih tinggi dibandingkan penambahan pada Jumat (23/10) sebanyak 952 kasus, pada Kamis (22/10) sebanyak 989 kasus, pada Rabu (21/10) sebanyak 1.000 kasus, pada Selasa (20/10) sebanyak 964 kasus, pada Senin (19/10) sebanyak 926 kasus, pada Minggu (18/10) sebanyak 971 kasus, dan pada Sabtu (17/10) sebanyak 974 kasus.

Namun angka itu, jauh lebih rendah dibanding penambahan pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus, serta pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus yang merupakan pertambahan terbanyak selama pandemi.

Walaupun penambahan pada Rabu (16/9) sebanyak 1.505 kasus merupakan pertambahan kasus terbanyak, tapi penambahan pada Sabtu (12/9) sebanyak 1.440 kasus, adalah pemegang rekor kasus positif terbanyak yang didapatkan dari hasil tes yang hanya dilakukan satu kali (tanggal 11 September 2020). Karena penambahan pada Rabu (16/9) adalah penambahan dari hasil pada tanggal 12, 13, 14 dan 15 September 2020.

Baca juga: Warga DKI Jakarta diimbau tak khawatirkan pemberian vaksin COVID-19

Jumlah pasien sembuh dari paparan COVID-19 di Jakarta, per hari Sabtu (24/10)  sebanyak 85.586 orang setelah terjadi pertambahan sebanyak 1.156  dari sebelumnya  84.430 orang.

Adapun dalam persentase, jumlah pasien sembuh itu adalah sekitar 85,4 persen (naik dari sebelumnya 85,1 persen) dari total kasus positif yang terpantau pada hari Sabtu ini sebesar 100.220 orang.

Di dalam total kasus positif tersebut, sebanyak 12.481 orang (turun 109 dari sebelumnya 12.590 orang) masih dirawat/diisolasi, serta 2.153 orang (bertambah 15 dibanding sebelumnya 2.138 orang) meninggal dunia, atau 2,1 persen (turun dari sebelumnya 2,2 persen) dari total kasus positif.

Untuk pengujian usap (swab test) sampai dengan hasil tes PCR terakhir pada Jumat (23/10), memiliki rincian dilakukan tes pada 9.178 spesimen yang di dalamnya ada 8.277 orang dites untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil sebanyak 867 kasus positif dan 7.410 kasus negatif.

Baca juga: Jakarta Barat klaim kasus positif turun berkat ronda keliling COVID-19

Dengan demikian, rataan tes PCR total per satu juta penduduk setelah perkembangan COVID-19 pada Sabtu ini, sebanyak 112.497. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 61.865.

Sampai dengan tes terakhir pada Jumat (23/10) itu, sudah ada 1.615.738 spesimen (Naik dari sebelumnya 1.599.892 spesimen) yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak COVID-19 di lima wilayah DKI Jakarta melalui 54 laboratorium.

Dari jumlah tes di atas, DKI Jakarta mencatat persentase kasus positif berdasarkan jumlah tes atau "positivity rate" COVID-19 selama sepekan terakhir di Jakarta setelah perkembangannya pada hari Sabtu ini, tercatat di angka 9,9 persen (turun dari sebelumnya 10,5 persen).

Angka ini sangat jauh di atas batas persentase yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sepekan untuk satu kawasan, yang mengharuskan tidak lebih dari lima persen sehingga terkategori kawasan aman.

Adapun persentase kasus positif di Jakarta secara total sejak awal pandemi pada Maret 2020 setelah perkembangan pada hari Sabtu ini, adalah sebesar 8,4 persen (sama seperti sebelumnya).
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020