Kodam Jaya siapkan perahu fiberglass untuk tanggulangi banjir Jakarta

Kodam Jaya siapkan perahu fiberglass untuk tanggulangi banjir Jakarta

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menerima cinderamata dari Dirut LKBN ANTARA, Meidyatama Suryodinigrat di Wisma ANTARA, Selasa (27/10/2020) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya berinovasi menyiapkan sejumlah perahu berbahan fiberglass (serta kaca) sebagai upaya untuk menanggulangi banjir yang diprediksi terjadi di wilayah DKI Jakarta pada musim penghujan ini.

Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, di Kantor Berita ANTARA, Selasa, mengatakan perahu fiberglass ini digunakan khusus mengevakuasi warga khususnya yang berada di pemukiman sempit.

Baca juga: Kodam Jaya libatkan emak-emak sosialisasi protokol kesehatan

"Kita buat perahu, selama ini perahu karet kita gunakan, setiap nabrak pagar bocor, jadi kita buat perahu dari fiber jadi lebih kuat," kata Mayjen Dudung.

Dudung menyebutkan saat ini sudah ada delapan perahu fiberglass yang disiapkan di setiap Kodim di wilayah Kodam Jaya. Pengadaan perahu tersebut bersumber dari Kodam Jaya, untuk menghadapi bencana banjir yang kemungkinan terjadi akhir tahun 2020.

Baca juga: Polda Metro dan Kodam Jaya siapkan simulasi pengamanan Ibu Kota

"Sudah ada delapan unit perahu, setiap Kodim punya satu, disamping ada perahu karet, kita punya perahu fiber. Perahu karet digunakan untuk evakuasi di jalan raya, kalo fiber di gang-gang sempit," kata mantan Gubernur AKMIL ini.

Menurut Dudung, menghadapi ancaman banjir ini pihaknya sudah mengantisipasi dengan mengerahkan pasukan ke daerah-daerah langganan banjir, menyediakan tempat evakuasi, termasuk menyediakan peralatan untuk mengevakuasi warga.

"Pasukan kita apelkan di tempat langganan banjir, tidak hanya di Kodam kita apelkan, kita gelar di tempat yang rawan banjir sehingga petugas siaga dan tau apa yang harus dilakukan," kata Dudung.

Baca juga: Awasi protokol kesehatan personel TNI diingatkan jaga kesehatan

Dudung menambahkan akan ada penambahan jumlah perahu fiberglass sebanyak 30 unit, sehingga jumlah total perahu yang dapat dioperasikan sebanyak 38 perahu.

BMKG telah mengeluarkan informasi prakiraan awal musim hujan tahun 2020, dimana diprediksikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode awal musim hujan mulai akhir Oktober-November 2020.

Baca juga: Pipa komposit serat kaca RI tembus pasar Amerika Serikat

Selama September-Oktober, periode peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke penghujan masih berlangsung di beberapa wilayah Indonesia.
Pewarta : Laily Rahmawaty/Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020