Kasus COVID-19 di Boyolali bertambah jadi 1.089

Kasus COVID-19 di Boyolali bertambah jadi 1.089

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dokter Rtari S Survivalina saat memberikan keterangan perkembangan kasus COVID-19 di Boyolali (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Boyolali (ANTARA) - Jumlah akumulatif kasus COVID-19 di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, bertambah tiga orang menjadi total 1.089 kasus menurut data Dinas Kesehatan setempat hingga Rabu pagi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali Ratri S Survivalina, bertambahnya tiga kasus COVID-19 di Boyolali tersebut merupakan suspek yang menjalani perawatan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dan satu lainnya kotak erat dengan pasien sebelumnya.

Ratri S Survivalina mengatakan kasus konfirmasi positif COVID-19 yang ke-1.087 inisial JYM berasal dari Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali. Warga ini, terkonfirmasi positif pada pemeriksaan usap pada tanggal 24 Oktober 2020. Dia Merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi ke-1.036.

Kasus konfirmasi positif COVID-19 ke-1.088 yakn TKN berasal dari Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari. Pasien ini, terkonfirmasi positif pada pemeriksaan tes usap di RSUD Dr Moewardi Surakarta tanggal 24 Oktober 2020. Saat ini masih menjalani perawatan.

"Kasus konfirmasi ke-1.089 yakni WNS berasal dari Desa Kenteng, Kecamatan Nogosari, terkonfirmasi positif pada pemeriksaan usap di RSUD Dr Moewardi Surakarta tanggal 24 Oktober 2020. Saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit itu," kata Ratri.

Ratri mengatakan dari total akumulasi terkonfirmasi positif COVID-19 di Boyolali, sebanyak 1.089 kasus tersebut dengan rincian pasien yang masih dirawat di rumah sakit ada sebanyak 83 kasus, isolasi mandiri 75 kasus, dan dinyatakan sembuh 888 kasus, sedangkan meninggal dunia 43 kasus.

"Jadi kasus COVID-19 di Boyolali sudah semakin membaik, dan angka kesembuhan sudah mencapai 888 kasus atau sekitar 81,54 persen cukup tinggi, sedangkan meninggal dunia sekitar 3,95 persen atau 43 kasus," kata Ratri.

Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat tetap melakukan aktivitas dengan memperhatikan protokol kesehatan. Tes cepat atau usap sebelum dan sesudah bepergian sebagai keperluan penting.

Masyarakat yang melakukan aktivitas, kata Ratri, harus tetap menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun sangat efektif untuk pencegahan penularan COVID-19.

Selain itu, masyarakat jangan lupa menjauhi kerumunan karena adanya libur panjang mendatang saat ini, dapat berpotensi untuk menjadi salah satu sumber penularan COVID 19.

"Tanpa dukungan dari seluruh dukungan anggota masyarakat, kami tidak bisa menurunkan kasus COVID-19 di Boyolali," kata Ratri.

Baca juga: Boyolali gelar simulasi hajatan saat pandemi COVID-19

Baca juga: Dinkes Boyolali : Angka kesembuhan COVID-19 cukup tinggi

Baca juga: Angka kesembuhan pasien COVID-19 di Boyolali 78,4 persen
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020