Bamsoet resmikan Desa Wisata Pancasila di Aceh Tenggara

Bamsoet resmikan Desa Wisata Pancasila di Aceh Tenggara

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo. ANTARA/HO-Humas MPR RI/am.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meresmikan Desa Wisata Pancasila di Desa Ketambe, Kutacane, Aceh Tenggara, yang dibangun dari swadaya pemuda desa dengan dibantu beberapa pihak.

Bamsoet menyatakan lokasi Desa Wisata Pancasila yang berada di kawasan Hutan Leuser sebagai paru-paru dunia tersebut, semakin memberikan nilai tambah.

"Saya berharap segenap elemen masyarakat dengan sepenuh hati turut berpartisipasi membangun desa wisata ini, tidak hanya demi peningkatan kesejahteraan, melainkan juga demi kelestarian lingkungan dan kawasan," kata Bamsoet saat meresmikan Desa Wisata Pancasila secara virtual dari Bali, Rabu.

Baca juga: Ketua MPR tegaskan Pancasila persatukan bangsa

Hadir dalam acara peresmian Desa Wisata Pancasila tersebut Ketua DPRD Kabupaten Aceh Tenggara Denny Febrian Roza, Forkopimda, Ketua Konservasi Pengelola Leuser Ketambe Misuardi, Kepala Desa Bala Lutu Adbandi, Ketua Pemuda Suhardi, dan tokoh masyarakat Desa Balai Lutu Sahudin.

Bamsoet menjelaskan seiring upaya pengembangan potensi desa maka mau tidak mau desa akan menjadi kawasan terbuka bagi masuknya berbagai pengaruh dunia luar, termasuk di dalamnya globalisasi dan kemajuan teknologi sehingga nilai-nilai kearifan lokal harus tetap dijaga dan dilindungi agar tidak tergeser oleh laju roda zaman.

"Kita tentunya tidak menginginkan pengembangan potensi desa menjadi pintu masuk atas lunturnya kearifan lokal, tergerusnya semangat kegotongroyongan, dan terkikisnya wawasan kebangsaan, karakter, dan jati diri ke-Indonesiaan," kata dia.

Baca juga: MPR: Demoralisasi dan melemahnya toleransi jadi tantangan kebangsaan

Lebih lanjut, kata Bamsoet, di samping tetap menjalankan peran sebagai "lumbung pangan" nasional, desa juga telah tumbuh menjadi sentra perekonomian baru dalam skala kecil dan menengah (UMKM).

Menurutnya, dengan sedikit sentuhan teknologi dan peningkatan kompetensi serta kapasitas sumber daya manusia, pemerintah juga sedang menggalakkan program pengembangan potensi desa menjadi dewa (desa wisata agro), dewi (desa wisata industri), dan dedi (desa digital).

"Melalui potensi sumber daya yang dimiliki, didukung peluang pengembangan sektor pertanian dan industri kecil dan menengah yang masih terbuka lebar, saya optimis bahwa para petani dan pelaku UMKM milenial di desa bisa memberikan kontribusi besar dalam mendorong bangkitnya perekonomian nasional, khususnya pasca pandemi COVID-19," tuturnya.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia itu juga meyakini akan semakin banyak desa yang berkembang menjadi sentra pertumbuhan ekonomi dan teknologi. Masa depan Indonesia, ucap dia, bukan lagi berada di perkotaan melainkan berada di pedesaan.

"Slogan 'bekerja di desa, rezeki kota, bisnisnya mendunia' akan menjadi magnet yang menarik minat generasi muda untuk kembali ke desa. Membangun daerahnya dan mengoptimalkan berbagai peluang yang ada," ujar Bamsoet.

Baca juga: Bambang Soesatyo ajak santri jaga persatuan dan kesatuan NKRI

Baca juga: Ketua MPR minta generasi muda teladani perjuangan pendahulunya


 
Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020