Presiden: Ekonomi syariah miliki potensi besar untuk dikembangkan

Presiden: Ekonomi syariah miliki potensi besar untuk dikembangkan

Pengunjung melakukan transaksi pembayaran di salah satu toko Qini Mart yang dikelola pondok pesantren Idrisiyyah di Pegeundingan, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (30/7/2020). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr/nz.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ekonomi dan keuangan syariah masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

"Ekonomi dan keuangan syariah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, tidak hanya diminati oleh negara dengan mayoritas penduduk muslim, tapi juga oleh negara lain seperti Jepang, Thailand, Inggris dan AS," kata
Presiden Jokowi dalam video sambutan di acara Opening Ceremony Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta, Rabu.

Presiden mengatakan Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, harus menangkap peluang tersebut dengan mendorong akselerasi dan percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai bagian dari transformasi menuju Indonesia maju dan upaya menjadikan Indonesia sebagai rujukan ekonomi syariah global.

Presiden menyampaikan pemerintah telah memiliki Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah dengan strategi besar menguatkan halal value chain, penguatan keuangan islam, penguatan usaha mikro kecil menengah dan penguatan ekonomi digital.

Dia mengatakan penyelenggaraan ISEF dapat jadi momentum untuk membuat peta jalan yang jelas dan detail, serta menentukan langkah-langkah konkret yang harus segera dilakukan dalam pegembangan industri dan keuangan syariah.

Baca juga: Wapres sebut delapan kawasan industri halal sedang dipersiapkan

Baca juga: Anggota DPR RI tampung masukan terkait RUU Ekonomi Syariah

Baca juga: BI dorong potensi pesantren gerakkan ekonomi syariah inklusif

 
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020