Vaksin-stimulus ekonomi bakal dongkrak kinerja BUMN karya semester II

Vaksin-stimulus ekonomi bakal dongkrak kinerja BUMN karya semester II

Proyek pembangunan Terminal Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat oleh PT Wijaya Karya Tbk (Persero) yang memiliki "trestle" terpanjang di Indonesia. ANTARA/HO-Wijaya Karya.

Jakarta (ANTARA) - Pengamat BUMN Toto Pranoto menilai kehadiran vaksin COVID-19 dan pemberian stimulus ekonomi pada semester II tahun ini dapat mendorong kinerja BUMN karya seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

"Kehadiran vaksin dan stimulus ekonomi lewat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 yang digenjot pada semester II tahun ini kemungkinan akan berdampak positif pada proyek-proyek padat karya yang akan dijalankan oleh BUMN Karya," ujar Toto saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, salah satu proyek padat karya yang potensial terdorong positif adalah proyek konstruksi, terutama proyek-proyek konstruksi yang memicu multiplier effect aktivitas ekonomi kawasan seperti jalan tol.

Baca juga: Menko Airlangga: Tiga juta vaksin Sinovac siap masuk RI akhir 2020

Salah satu proyek konstruksi jalan tol saat ini adalah Proyek Tol Serang - Panimbang. Tol yang membentang sepanjang 83,67 km dengan pengerjaannya dibagi menjadi dua seksi yaitu seksi 1 sepanjang 26,5km menghubungkan Serang - Rangkas Bitung dan seksi 2 sepanjang 24,1km dari Rangkas Bitung - Cileles.

Tol yang digarap oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA tersebut perkembangan pembangunan Seksi I tol itu telah mencapai 73,40 persen dan ditargetkan selesai pada semester I 2021.

Terkait kehadiran vaksin COVID-19 yang direncanakan akan datang pada November, pengamat BUMN tersebut menyambut baik langkah tersebut mengingat kehadiran vaksin kemungkinan dapat memulihkan kembali aktivitas perekonomian, terutama di sektor konstruksi dan infrastruktur.

Baca juga: Satgas: Dana PEN dongkrak perputaran uang hingga Rp300 triliun

"Rencana akan datangnya vaksin COVID-19 siap pakai ini tentu menggembirakan," kata Toto Pranoto.

Dia menilai paling tidak vaksin ini kemungkinan baru efektif digunakan pada akhir semester II tahun ini.

Baca juga: Pemerintah masih tunggu hasil uji klinis tahap 3 vaksin COVID-19

Sebelumnya WIKA, sebagai salah satu BUMN Karya berhasil mencatatkan kinerja positif pada kuartal III 2020 dengan membukukan laba sebesar Rp141 miliar.

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito mengatakan laba sebesar Rp141 miliar itu didukung oleh penjualan sebesar Rp10,38 triliun.

Torehan itu, lanjut dia, mencerminkan kemampuan perseroan untuk tetap bekerja di tengah tantangan pandemi yang terjadi sejak awal tahun.

Baca juga: WIKA jaga kinerja di kuartal III 2020 pada positive teritory

 
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020