Pasien COVID-19 di Sulteng yang sembuh bertambah menjadi 628 orang

Pasien COVID-19 di Sulteng yang sembuh bertambah menjadi 628 orang

Petugas memasang pengumuman tentang penutupan sementara pelayanan di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (22/10/2020). PN Palu menutup pelayanan mereka sejak 23 hingga 27 Oktober 2020 setelah salah satu pegawai terkonfirmasi positif COVID-19. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/foc/pri.

Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Moh Haris Kariming mengemukakan pasien COVID-19 di Sulteng yang sembuh hari ini kembali bertambah.

"Hari ini empat orang pasien COVID-19 di Sulteng dinyatakan telah sembuh, empat orang itu berada di sejumlah daerah antara lain tiga orang di Kabupaten Banggai dan satu orang di Morowali," katanya di Palu, Jumat malam.

Mereka, lanjutnya, telah diizinkan pulang dan berkumpul namun harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan penularan COVID-19.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 bertambah tujuh orang di Tarakan

Dengan bertambahnya empat pasien COVID-19 yang sembuh, ia menerangkan secara kumulatif total pasien COVID-19 di Sulteng yang sembuh hingga saat ini menjadi 628 orang.

"Kabar baiknya hari ini tidak ada penambahan pasien baru yang terkonfirmasi positif COVID-19 sehingga secara kumulatif sampai hari ini total pasien terkonfirmasi COVID-19 di Sulteng tetap berjumlah 855 orang," ujarnya.

Sementara itu 34 pasien COVID-19 dinyatakan meninggal dunia dan 193 orang saat ini masih menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat.

"Adapun 290 sampel usap (swab) saat ini masih dalam pemeriksaan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng di Palu," terangnya.

Ia berharap hasil pemeriksaan 290 sampel usap tersebut negatif COVID-19 agar tidak terjadi peledakan kasus COVID-19 di Sulteng dan semua pasien yang dirawat segera sembuh.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar mendukung tim pengawas Dinas Kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

"Langkah tersebut sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," katanya.

Baca juga: Tambahan 20 positif dan 30 sembuh COVID-19 di Batam
Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 Jakarta tembus 88 persen per Jumat (30/10)

Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020