Gus Ipul-Mas Adi dan Teno-Hasjim komitmen tingkatkan gaji guru

Gus Ipul-Mas Adi dan Teno-Hasjim komitmen tingkatkan gaji guru

Foto Tangkapan Layar - Pasangan Gus Ipul-Mas Adi dan Teno-Hasjim saat debat publik perdana di Studio JTV di Surabaya, Jumat (30/10/2020) malam, yang digelar dengan pembatasan penonton dan disiarkan langsung di televisi maupun media sosial. ANTARA Jatim/HO-Istimewa/FA.

Surabaya (ANTARA) - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf-Adi Wibowo dan Raharto Teno Prasetyo-M Hasyim Asjari sama-sama berkomitmen meningkatkan gaji guru jika terpilih pada Pilkada 9 Desember 2020.

Di sela debat publik tahap pertama yang digelar di studio JTV di Surabaya, Jumat malam, pasangan Gus Ipul-Mas Adi menekankan bahwa bidang pendidikan ada dua yang difokuskan, yaitu peningkatan mutu dan kesejahteraan.

"Peningkatan mutu perlu terus-menerus dilakukan karena berbasis kinerja yang diukur, serta harus dipikirkan guru-guru, terutama swasta, tentang peningkatan gaji secara bertahap," ujar Gus Ipul.

Menurut dia, yang dihadapi dunia pendidikan di masa pandemi saat ini adalah komitmen meningkatkan anggaran, setelah itu dipilih secara bertahap guru berkinerja baik untuk diberikan insentif atau tambahan gaji.

Baca juga: KPU Kota Pasuruan harap debat publik cerahkan warga tentukan pilihan
Baca juga: KPU tetapkan nomor urut peserta Pilkada Kota Pasuruan
Baca juga: Wali Kota Pasuruan ajukan cuti ikut Pilkada 2020


"Terutama guru-guru swasta atau honorer," ucap mantan Wakil Gubernur Jatim dua periode tersebut.

Tentang mutu pendidik, kata dia, akan digelar rutin pelatihan-pelatihan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang diselenggarakan pemerintah kota, pemerintah provinsi ataupun pemerintah pusat.

"Yang tak kalah penting juga anggaran pendidikan 20 persen itu harus dimaksimalkan," kata Gus Ipul.

Sementara itu, Raharto Teno yang merupakan calon petahana juga menegaskan telah menyiapkan program untuk kesejahteraan guru.

Selain guru akademis, ia juga berkomitmen lebih memperhatikan guru ngaji sebagai bagian dari pendidikan akhlak.

"Kenapa guru ngaji dan akademis? Karena kami inginkan tak hanya akademis, tapi juga akhlak. Maka harus seimbang antara pendidikan akademis dan pendidikan akhlak," tutur Teno.

Mantan Wakil Wali Kota Pasuruan tersebut juga menjelaskan bahwa selama kepemimpinannya guru ngaji maupun guru honorer yang bersifat kontrak pendapatannya sudah dinaikkan.

"Yang bersifat kontrak ada 1.208 guru. Dulu gajinya di bawah rata-rata, tapi di era pemerintahan saya, gaji guru ngaji sudah dinaikkan 100 persen, dan guru honorer naik hampir 300 persen, yaitu dari Rp250 ribu sekarang menjadi Rp1 juta.

Pilkada Kota Pasuruan diikuti dua pasangan calon, yakni Saifullah Yusuf-Adi Wibowo dengan nomor urut 1 ,diusung PKB, Golkar, PKS, PAN dan PPP. Sedangkan nomor urut 2 adalah Raharto Teno Prasetyo-M Hasyim Asjari diusung PDI Perjuangan, NasDem, Hanura dan Gerindra.
Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020