Dana PEN DKI Jakarta untuk biayai enam proyek infrastruktur

Dana PEN DKI Jakarta untuk biayai enam proyek infrastruktur

Rancangan sementara Taman Ismail Marzuki (TIM) pascarevitalisasi, Senin, (25/11/2019). ANTARA/Livia Kristianti/aa.

Jakarta (ANTARA) - Dana Pemulihan Ekonomi Nasional pinjaman Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dari PT SMF untuk membiayai enam proyek infrastruktur termasuk Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Jakarta International Stadium (JIS).

"Ini adalah penambahan pada kelompok Belanja Langsung dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang juga masuk di dalam Raperda Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2020 untuk enam proyek," kata Gubernur DKI Jakarta 
Anies Baswedan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa.

Dana PEN yang sudah dicairkan dari BUMN itu sebesar Rp3,26 triliun ini, kata Anies, dialokasikan untuk pertama peningkatan infrastruktur pengendalian banjir.

Kedua, untuk peningkatan Infrastruktur peningkatan layanan air minum. Ketiga untuk peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah dan keempat untuk peningkatan infrastruktur transportasi.

Kelima, untuk kegiatan transformasi digital dengan proyek pengembangan dan pengelolaan ekosistem provinsi cerdas dan kota cerdas.

"Lalu peningkatan infrastruktur pariwisata dan kebudayaan (revitalisasi TIM) serta peningkatan infrastruktur olahraga (pembangunan JIS)," ujar Anies.

Baca juga: Dana PEN Rp12,5 triliun untuk program prioritas
Baca juga: Sri Mulyani jelaskan kriteria Pemda terima dana pemulihan ekonomi
Foto udara proyek pembangungan Jakarta International Stadium (JIS) atau Stadion BMW di Jakarta, Sabtu (4/7/2020). Progres pembangungan stadion berkapasitas 80 ribu penonton itu telah mencapai 23,6 persen dan direncanakan rampung pada tahun 2021. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik mengaku pihak legislatif sepakat pinjaman dana PEN yang telah cair digunakan untuk pengerjaan sejumlah proyek yang terkendala karena sebenarnya itu adalah proyek yang sudah ditetapkan anggarannya sebelum pandemi COVID-19.

"Pinjaman itu untuk pembiayaan proyek yang ditetapkan 2020, tapi mangkrak karena income enggak masuk," kata Taufik dalam pesan singkatnya.

Taufik mengatakan dana PEN tersebut adalah untuk pembiayaan proyek yang telah ditetapkan dan memiliki skema multiyears atau tahun jamak. "Itu kan rata-rata multiyears, jadi enggak keganggu sama tahun," ujarnya.
Baca juga: Revitalisasi TIM mencapai 40,86 persen
Baca juga: Pembangunan JIS masuk tahap pemasangan rumput hybrid
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020