Hong Kong perpanjang jarak sosial hingga tujuh hari

Hong Kong perpanjang jarak sosial hingga tujuh hari

Ilustrasi - Para pekerja migran Indonesia berkumpul di bawah jembatan layang Victoria Park, Hong Kong, untuk mengisi libur akhir pekan. ANTARA/M. Irfan Ilmie

Beijing (ANTARA) - Pelaksana Kepala Eksekutif Wilayah Administrasi Khusus (HKSAR) Matthew Cheung, Selasa, mengumumkan perpanjangan kebijakan jarak sosial hingga tujuh hari ke depan seiring dengan situasi terkini COVID-19.

Kepada media, Cheung mengatakan bahwa selama sepekan terakhir masih ada kasus baru yang tidak dapat dilacak dan jumlah kasus lokal terus bertambah.

Oleh karena itu, dia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada agar kasus tidak kembali meningkat.

Kebijakan jarak sosial di Hong Kong, meliputi kewajiban mengenakan masker di tempat-tempat umum dan kerumunan tidak boleh lebih dari empat orang.

Restoran, warung, kafe, pusat-pusat hiburan dan olahraga yang beroperasi harus menerapkan prosedur pencegahan wabah.

Dalam bulan ini, sebut Cheung, pihaknya akan meluncurkan aplikasi "Leave Home Save" untuk melacak kontak warga Hong Kong di tempat-tempat yang pernah dikunjungi sehingga memudahkan otoritas kesehatan setempat dalam mengatasi COVID-19.

Kebijakan lainnya adalah mengizinkan warga Hong Kong yang memenuhi persyaratan tertentu tanpa harus melakukan karantina selama 14 hari sekembalinya dari Provinsi Guangdong, China.

Hong Kong juga akan mengimplementasikan kerja sama bilateral "Air Travel Bubble" dengan Singapura.

Jumlah kasus COVID-19 telah mencapai angka 5.380 dengan jumlah kematian 107 orang, demikian data Pusat Perlindungan Hong Kong (HKCHP), Senin (9/11).
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020