Kemenkop UKM paparkan empat strategi pengembangan digitalisasi UMKM

Kemenkop UKM paparkan empat strategi pengembangan digitalisasi UMKM

Tangkapan layar - Staf Khusus Menteri Koperasi UKM Fiki Satari dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (11/11/2020). ANTARA/Aji Cakti

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah memaparkan empat tahap strategi pengembangan digitalisasi bagi pelaku UMKM Indonesia.

"Kami memiliki empat tahap terkait bagaimana strategi pengembangan digitalisasi UMKM di Kemenkop UKM. Pertama yang kami intervensi adalah peningkatan SDM karena berdasarkan data ternyata isu untuk UMKM on board ini adalah kesiapan dari pelaku UMKM itu sendiri," ujar Staf Khusus Menteri Koperasi UKM Fiki Satari dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu.

Menurut Fiki, hal ini yang juga diturunkan ke beberapa program, salah satunya Kemenkop UMKM memiliki program edukukm.id yang merupakan portal pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM yang secara gratis dapat diakses secara daring.

"Tahap kedua adalah mengintervensi perbaikan proses bisnisnya. Di sini banyak inisiatif programnya, termasuk Gerakan Belanja di Warung Tetangga di mana warung-warung kelontong bisa dintervensi melakui suplai bahan pokoknya bekerjasama dengan 9 BUMN klaster pangan plus BUMN logistik untuk distribusi via aplikasi," katanya.

Baca juga: Kemenkop-UKM mulai digitalisasi pasar

Kemudian tahap ketiga yakni perluasan akses pasar di mana Kemenkop UKM telah bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, bagaimana para pelaku UMKM ini bisa menjadi vendor pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sektor pengadaan barang dan jasa pemerintah itu memiliki potensi besar yakni lebih dari Rp300 triliun.

Selain itu dengan BUMN melalui Pasar Digital atau PaDi UMKM di mana ada delapan BUMN yang sudah mengimplementasi platform PaDi ini.

Tahap keempat adalah pahlawan lokal atau local heroes. Jadi sebetulnya Kemenkop UKM mencari, mengglorifikasi fokus kepada pelaku UMKM yang memiliki semangat penghela atau puller.

Baca juga: UMKM diajak manfaatkan fasilitas GSP ekspor produk ke AS

Kriteria pahlawan lokal ini adalah pemantik, pemberdaya, memiliki merek yang kuat, menjadi offtaker dan secara keseluruhan melakukan agregasi.

"Pahlawan Digital Pendukung UMKM ini bagian dari strategi tahap akhir bagaimana kami ingin memobilisasi dan mentransformasikan para pelaku UMKM ke platform dan ekosistem digital," ujar Stafsu Menkop UKM tersebut.

Kemenkop UKM mencari Pahlawan Digital Pendukung UMKM ini dengan kriteria adalah konsolidator dari usaha mikro atau pengrajin dalam ekosistem usahanya.

"Ini sangat relevan bagaimana kita memobilisasi pelaku UMKM tersebut bisa bertransformasi atau on board ke platform digital, sehingga dari Kemenkop UKM sendiri kita paham dengan keterbatasan pemerintah mengingat isu digitalisasi sehingga ini penting untuk juga disinergikan dengan banyak pihak," kata Fiki Satari.
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020