Manajemen TransJakarta nyatakan armadanya tak ada yang dibesituakan

Manajemen TransJakarta nyatakan armadanya tak ada yang dibesituakan

Sejumlah bus Transjakarta bekas terbakar di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020).  Sebanyak 37 bus Transjakarta bekas terbakar akibat percikan api yang berasal dari las karbit dalam proses pengelasan pemotongan bagian bus di gudang penampungan tersebut. ANTARA FOTO/Cepi Kurniawan/aww.

Jakarta (ANTARA) - Manajemen PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) menyatakan armada busnya masih utuh dan tidak ada yang dibesituakan atau dimusnahkan.

Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) Achmad Izul Waro, Sabtu, mengatakan seluruh armada bus saat ini berada di depo-depo resmi milik perseroan .

Baca juga: Transjakarta yang terbakar sempat diminta Bupati jadi bus sekolah

"Baik itu yang swakelola maupun bus milik mitra operator TransJakarta dipastikan terawat dengan baik dan tetap dilakukan pemeliharaan secara berkala," kata Izul dalam keterangannya di Jakarta.

Lebih lanjut, Izul menyampaikan semua armada TransJakarta selalu terawat dengan baik sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, serta semua bus mendapat pengecekan secara rutin baik sebelum maupun sesudah beroperasi.

Baca juga: 10 armada damkar padamkan puluhan bus Transjakarta di Bogor

"Begitu juga dengan armada yang dalam kondisi perawatan masih terus dilakukan pengecekan dan perbaikan untuk penyempurnaan lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku," ujar Izul.

Sehubungan dengan berita yang beredar di masyarakat maupun media mengenai bus-bus TransJakarta yang terbakar di suatu tempat di luar depo resmi Transjakarta atau depo mitra operator Transjakarta, ia menyampaikan bus tersebut bukan merupakan milik mereka.

"Perseroan menegaskan kembali, bahwa bus bus yang beberapa waktu lalu dikabarkan dipotong-potong, lalu sekarang diberitakan terbakar di sebuah lahan kosong kawasan Dramaga, Bogor Jawa Barat, bukan milik TransJakarta dan tidak pernah jadi bagian dari armada perseroan. Karenanya tidak benar apabila disebut sebagai bangkai bus TransJakarta," ucapnya.

Baca juga: MRT, TransJakarta, PPD sediakan layanan infrastruktur terintegrasi

Selanjutnya, Izzul menjelaskan jumlah total armada TransJakarta saat ini kurang lebih 4.000 unit dan 80 persen sudah melayani pelanggan di masa PSBB Transisi Fase II ini, sebagian lagi masih ada di Depo Transjakarta dan masih terawat dengan baik.

Adapun bus-bus di Kawasan Bogor tersebut menurutnya tidak termasuk ke dalam kategori bus TransJakarta.

"Bus swakelola dan mitra operator kami saat ini sudah melayani pelanggan, sedangkan yang tidak melayani pelanggan tersimpan baik di depo-depo resmi," katanya menegaskan.

Izzul menerangkan bahwa yang dibakar itu bukan bus-bus TransJakarta ataupun bekas bus TransJakarta karena itu adalah bus lain yang terpasang logo TransJakarta yang mungkin pada saat itu berencana untuk bergabung dengan TransJakarta namun dibatalkan.

"Jadi bukan bus TransJakarta, dan bukan bus bekas TransJakarta, tidak ada hubungannya dengan TransJakarta," ucap Izzul.

Sebelumnya dikabarkan ada pemotongan unit-unit bus dan pembakaran bus di lokasi lahan "kuburan bus" di Kelurahan Margajaya Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di lahan kosong seluas dua hektare yang menjadi 'kuburan bus' tersebut, dikabarkan dilakukan pemotongan 300 'bangkai' bus Transjakarta yang merupakan hasil tender Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada 2013.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020