Selter pasien COVID-19 di Yogyakarta terisi 40 persen

Selter pasien COVID-19 di Yogyakarta terisi 40 persen

Arsip Foto. Rumah susun sewa di Kecamatan Tegalrejo difungsikan sebagai selter untuk pasien COVID-19 tanpa gejala di Yogyakarta. (ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Selter untuk pasien COVID-19 tanpa gejala di Kota Yogyakarta yang bisa menampung 84 orang sudah terisi sekitar 40 persen.

Pada Senin (17/11), Selter Penanganan COVID-19 Yogyakarta menangani 36 pasien COVID-19 tanpa gejala yang terdiri atas 27 pasien dewasa, enam pasien anak, dan tiga balita.

"Perawatan pasien di selter penanganan berjalan dengan baik. Sejak selter ini dibuka, seluruh pasien mampu menjalani isolasi dengan lancar," kata Penanggung Jawab Selter Penanganan COVID-19 Yogyakarta Agus Sudrajat di Yogyakarta, Selasa.

Pasien COVID-19 tanpa gejala masuk ke Selter Penanganan COVID-19 Yogyakarta setelah mendapat rekomendasi dari puskesmas. Petugas puskesmas mengantar mereka ke selter menggunakan ambulans.

Pasien yang masuk ke selter akan dibekali dengan peralatan mandi dan vitamin. Mereka mendapat makanan tiga kali sehari dengan menu yang bervariasi.

"Pemenuhan kebutuhan gizi dan pemilihan menu makanan pun disesuaikan dengan kebutuhan tiap pasien. Jadi, menu makanan yang disajikan untuk pasien dewasa, ibu hamil, dan balita pun berbeda-beda," kata Agus.

Seluruh pasien penghuni selter, dia menjalankan, disiplin menjalankan isolasi mandiri tanpa boleh dijenguk atau dikunjungi oleh siapapun, termasuk anggota keluarga.

"Upaya untuk memastikan proses isolasi berjalan dengan baik dilakukan dengan sangat ketat. Kebersihan di tiap ruang isolasi pun betul-betul dijaga, begitu pula dengan pengelolaan limbahnya, dijaga dengan ketat," katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan bahwa risiko penularan virus corona di lingkungan keluarga cukup tinggi dan kondisi itu telah menyebabkan peningkatan jumlah kasus serangan COVID-19.

"Yang selalu ditekankan adalah melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Ini menjadi satu-satunya cara untuk mencegah potensi penularan," katanya.

Kalau seluruh warga disiplin menjalankan protokol kesehatan, Heroe mengatakan, maka angka kasus COVID-19 di Yogyakarta diharapkan bisa dikendalikan.

"Harus ada kesadaran bersama di masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan," katanya.

Hingga Senin (16/11), ada 86 kasus COVID-19 aktif di Kota Yogyakarta. Jumlah pasien yang sudah sembuh dari COVID-19 di kota itu tercatat 495 orang dan jumlah pasien yang meninggal dunia karena penyakit itu sebanyak 25 orang.

Kota Yogyakarta meliputi 14 kecamatan dan Kecamatan Kotagede merupakan satu-satunya kecamatan yang tidak punya kasus aktif COVID-19 di kota itu.

Baca juga:
Yogyakarta hadapi peningkatan penularan COVID-19 dalam keluarga
50 persen kasus COVID-19 Yogyakarta terjadi di Kecamatan Umbulharjo

Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020