Empat desa Mukomuko batal lanjutkan penyaluran BLT-DD

Empat desa Mukomuko batal lanjutkan penyaluran BLT-DD

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mukomuko mengumpulkan laporan realisasi penggunaan dana desa tahap pertama dan kedua untuk mengajukan penyaluran dana desa tahap ketiga. ANTARA/Dok.Antarabengkulu.com.

Mukomuko (ANTARA) - Sebanyak empat desa di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, batal melanjutkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap ketiga kepada masyarakat terdampak COVID-19 karena desa-desa itu tidak bisa melakukan perubahan APBDes ketiga.

Kasi Administrasi Penggunaan Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mukomuko Wagimin di Mukomuko, Kamis, menyebutkan empat desa itu, yakni Tunggal Jaya, Karang Jaya, Setiabudi, dan Mekar Mulya.

Sebanyak tujuh di antara 148 desa di Kabupaten Mukomuko sebelumnya berencana mengalokasikan sebagian Dana Desa untuk melanjutkan penyaluran BLT-DD kepada masyarakat terdampak COVID-19 di daerah itu

Sebanyak tujuh desa masih memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang cukup untuk dialokasikan dalam BLT-DD.

Namun, katanya, empat desa batal melanjutkan penyaluran BLT-DD karena tidak bisa melakukan perubahan APBDes ketiga dan menggunggah ke aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) terbaru, yakni Siskeudes 203.

“Tahun ini kita menggunakan aplikasi Siskeudes 202 dan dalam aplikasi ini desa masih memungkinkan untuk melakukan perubahan ketiga APBDes, namun di aplikasi terbaru tidak bisa lagi,” ujarnya.

Selanjutnya, hanya tiga di antara tujuh desa yang sebelumnya berencana mengalokasikan sebagian Dana Desa untuk melanjutkan penyaluran BLT-DD kepada masyarakat terdampak COVID-19.

Ia menyebutkan tiga desa itu, yakni Talang Kuning, Teruntung, dan Pondok Kopi, sedangkan semua desa yang melanjutkan penyaluran BLT-DD berada di Kecamatan Teras Terunjam.

Ia mengatakan tiga desa di daerah itu bisa melanjutkan penyaluran BLT-DD karena melakukan perubahan kedua APBDes, dan desa yang melakukan perubahan kedua APBDes masih bisa menggunggah dalam aplikasi tersebut.

Pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada camat untuk diteruskan kepada desa dan desa yang menyampaikan bahwa desa tidak bisa mengalokasikan Dana Desa untuk BLT-DD karena tidak ada perubahan ketiga APBDes.

Baca juga: Penyaluran BLT Dana Desa tahap lima Kabupaten Penajam capai 90 persen
Baca juga: Mendes nilai PKTD, Desa Aman COVID-19 dan BLT DD sudah sangat optimal
Baca juga: Di Kabupaten Landak, penyaluran BLT Dana Desa melalui ATM penerima
Pewarta : Ferri Aryanto
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020