Kasus kematian akibat COVID-19 di Kota Sukabumi kembali bertambah

Kasus kematian akibat COVID-19 di Kota Sukabumi kembali bertambah

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Sukabumi, Jawa Barat saat melakukan rapid test kepada karyawan Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Kota Sukabumi beberapa waktu lalu. ANTARA/Aditya Rohman/am.

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Kasus kematian warga Kota Sukabumi, Jawa Barat, akibat positif COVID-19 kembali bertambah satu orang berdasarkan data yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat pada Kamis.

"Pasien COVID-19 yang meninggal merupakan ibu rumah tangga berusia 58 tahun warga Kelurahan/Kecamatan Warudoyong," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Rita Fitrianingsih di Sukabumi, Kamis.

Menurutnya, pasien yang meninggal dunia tersebut sempat menjalani perawatan di ruang isolasi khusus di rumah sakit rujukan, namun nyawanya tidak tertolong. Dari hasil rekam medis, wanita ini tidak memiliki riwayat penyakit penyerta lainnya atau non-komorbid.

Sehingga, di Kota Sukabumi sampai saat ini sudah ada tiga pasien COVID-19 yang meninggal dunia tanpa komorbid. Sementara untuk total yang meninggal dunia akibat terinfeksi positif virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China sebanyak 15 orang.

Baca juga: Pemkot Sukabumi klaim perekonomian masyarakat kembali meningkat

Baca juga: Ruang isolasi pasien COVID-19 di Kota Sukabumi penuh


Dengan demikian persentase warga yang meninggal akibat COVID-19 menjadi 2,1 persen, tentunya ini harus menjadi perhatian semua pihak karena kasus pasien terkonfirmasi positif setiap hari bertambah.

Bahkan, belum lama ini salah seorang karyawan restoran waralaba di City Mall Kota Sukabumi meninggal dunia akibat terinfeksi COVID-19, sehingga masyarakat agar tidak lagi menganggap enteng keberadaan virus tersebut dan bisa menahan diri agar tidak berkumpul di luar rumah.

"Kami tidak henti-hentinya mengingatkan warga untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus mematikan tersebut, jangan sampai korban terus bertambah. Kunci dari pencegahan ada di tangan individu masing-masing, minimal menerapkan protokol kesehatan secara maksimal," ucapnya.

Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Kota Sukabumi hingga saat ini masih rendah dan di bawah rata-rata persentase nasional. Faktor yang menjadi penyebab utamanya adalah tingkat kedisiplinan pasien isolasi mandiri dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Adapun data kasus COVID-19 pada Kamis, total mencapai 723 orang. Dari jumlah tersebut 485 orang (67,1 persen) sembuh, total pasien aktif baik yang menjalani isolasi di rumah sakit maupun mandiri sebanyak 223 orang dan pasien meninggal dunia 15 orang (2,1) persen.*

Baca juga: Kluster ponpes penyumbang terbesar penambahan kasus COVID-19

Baca juga: Operasi pengawasan protokol kesehatan di Sukabumi diperpanjang
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020