Waskita Precast bidik kontrak baru Rp5 triliun 2020, ini strateginya

Waskita Precast bidik kontrak baru Rp5 triliun 2020, ini strateginya

Pekerja memeriksa kualitas ketebalan "spun pile" atau tiang pancang di Plant Prambon PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) di Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (21/11/2019). ANTARA FOTO/Moch Asim/ama.

Jakarta (ANTARA) - PT Waskita Beton Precast Tbk (Waskita Precast) membukukan nilai kontrak baru sebesar Rp1,68 triliun hingga Oktober 2020 terdiri atas 38 persen dari kontrak internal dan 62 persen eksternal.

Sementara nilai kontrak baru hingga akhir 2020 ditargetkan mencapai Rp5 triliun, dengan rincian sekitar Rp3,3 triliun berasal dari proyek eksternal di Pulau Jawa dan Sumatera, sedangkan sisanya dari proyek internal.

"Kontrak baru dari proyek eksternal di antaranya Proyek Jalan Tol Binjai-Pangkalan Brandan, Proyek Jalan Tol Aceh-Sigli, Proyek Jalan tol Prabumulih-Muara Enim, dan proyek lainnya," kata Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk Moch Cholis Prihanto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Waskita Precast raih bintang tiga TOP GRC Award 2020

Berdasarkan laporan keuangan per September 2020, pendapatan usaha Waskita Beton Precast mencapai Rp1,44 triliun.

Pada situasi pandemi saat ini, manajemen baru Waskita Beton Precast memiliki strategi bisnis salah satunya adalah ekspansi bisnis dengan memperluas pasar eksternal.

"Perusahaan optimis dapat terus meningkatkan porsi nilai kontrak eksternal, melalui inovasi produk Waskita Beton Precast yang selalu menyesuaikan dengan permintaan pasar," ujar Cholis.

Waskita Beton Precast telah menyusun beberapa strategi bisnis tahun 2020-2021 antara lain ekspansi pengembangan produk baru, efisiensi, dan restrukturisasi fasilitas perbankan.

Pengembangan produk baru, antara lain memproduksi bantalan rel, tetrapod, tiang beton pracetak, sistem pengerasan rigid, dan reinforced concrete pipe.

Selanjutnya, melakukan efisiensi melalui shared resource dan command center.

"Waskita Beton Precast akan melakukan pengelolaan sumber daya secara terintegrasi. Selain itu melakukan clustering pada unit usaha yang lokasinya berdekatan, sehingga lebih efisien," kata Cholis.

Perusahaan juga menjalankan strategi kolaborasi yaitu memaksimalkan sumber daya pihak lain untuk mengoptimalkan efisiensi operasional, termasuk merestrukturisasi fasilitas perbankan melalui Bank Himbara, yang dilakukan bersama dengan induknya yakni PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Saat ini, Waskita Beton Precast dalam proses kajian dengan pihak ketiga independen dan bank swasta melakukan rollover fasilitas pinjaman dan mengubah skema cicilan.

"Kondisi Waskita Beton Precast masih cukup baik jika dilihat dari rasio utang berbunga (gearing ratio) dan rasio lancar (current ratio) di mana rasio utang berbunga perusahaan per September 2020 adalah 1,04x (covenant 2,5x), dan rasio lancar perusahaan adalah 1,31x. Ini menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki kapasitas ruang pendanaan yang cukup luas serta masih mampu untuk memenuhi hutang jangka pendek," katanya.

Baca juga: Waskita Beton Precast peroleh sertifikasi antipenyuapan
Baca juga: Waskita Beton Precast rombak jajaran komisaris dan direksi

Pewarta : Royke Sinaga
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020