Pasien positif COVID-19 meninggal dunia di Garut capai 32 orang

Pasien positif COVID-19 meninggal dunia di Garut capai 32 orang

Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Garut Yeni Yunita. (ANTARA/HO-Diskominfo Garut)

Garut (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Garut menyampaikan pasien positif yang meninggal dunia sejak darurat wabah Maret sampai November 2020 di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebanyak 32 orang dari akumulasi terkonfirmasi positif sebanyak 1.550 orang.

"Konfirmasi positif 1.550 kasus, satu kasus isolasi mandiri, 468 kasus isolasi di rumah sakit, 1.049 kasus sembuh, dan 32 kasus meninggal," kata Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Garut Yeni Yunita di Garut, Selasa.

Ia menuturkan laporan terbaru pasien yang meninggal dunia pada Senin (23/11) yakni seorang perempuan usia 63 tahun warga Kecamatan Wanaraja, Garut, selanjutnya dimakamkan sesuai protokol kesehatan.

Hasil laporan tim gugus tugas sejak beberapa hari ke belakang dilaporkan setiap hari satu sampai tiga pasien positif COVID-19 meninggal dunia dengan kalangan usia di atas 50 tahun.

Baca juga: Ruang isolasi pasien COVID-19 di RSUD Garut hampir penuh

Baca juga: DPRD Garut minta rumah sakit swasta tangani pasien COVID-19


Yeni menyampaikan selain kasus meninggal dunia, ada juga pasien COVID-19 yang berhasil dinyatakan sembuh dengan jumlah lebih banyak daripada kasus meninggal.

"Kasus konfirmasi positif COVID-19 (terbaru) telah selesai pemantauan bertambah sebanyak 54 orang," katanya.

Ia menyampaikan wabah COVID-19 masih harus diwaspadai oleh semua elemen masyarakat di Garut karena di lapangan terus ditemukan kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

Selama ini, lanjut dia, kluster wabah COVID-19 yang perlu diwaspadai yaitu kluster keluarga yang penularannya cukup cepat dari satu anggota ke anggota keluarga lainnya.

"Upaya pencegahan menjadi sangat penting dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri," kata Yeni.

Ia menambahkan tim gugus tugas terus bergerak untuk menelusuri, melakukan tes usap dan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dalam rangka mencegah dan memutus rantai penularan COVID-19.

"Upaya pencegahan penularan virus bertujuan mengurangi risiko penularan, melalui tetap memakai masker, terapkan etika batuk dan bersin, cuci tangan, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres," katanya.*

Baca juga: Tambah dua, pasien COVID-19 meninggal di Garut-Jabar naik 25 orang

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Garut tembus seribu orang
Pewarta : Feri Purnama
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020