Kemarin, zona merah prioritas vaksin hingga lelang sukuk untuk APBN

Kemarin, zona merah prioritas vaksin hingga lelang sukuk untuk APBN

Ilustrasi - Seorang staf menunjukkan sampel vaksin nonaktif COVID-19 di Sinovac Biotech Ltd. di Beijing, ibu kota China, pada 16 Maret 2020. ANTARA/Xinhua/Zhang Yuwei/pri.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Selasa (24/11) kemarin, mulai dari keputusan zona merah jadi prioritas vaksin hingga pemerintah menyerap dana Rp10 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara.

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:

1. Erick Thohir sebut ada kemungkinan zona merah jadi prioritas vaksin

Menteri BUMN yang juga Wakil Ketua IV dan Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir mengatakan akan segera ada keputusan dalam dua hari ke depan mengenai rencana zona merah jadi prioritas pemberian vaksin COVID-19.

"Kita tunggu keputusan rencana 1-2 hari ke depan ada pertemuan dengan gubernur/walikota untuk memutuskan, apakah kita akan prioritaskan zona merah dulu yang tingkat kematian dan penularannya tinggi. Bisa saja nanti keputusannya kita prioritaskan zona merah dulu," kata Erick Thohir dalam webinar Kesiapan Infrastruktur Data Vaksinasi COVID-19, Selasa.

2. Menteri PUPR: 1.900 paket mulai proses lelang, guna pemulihan ekonomi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan sudah memulai proses pelelangan dini terhadap sekitar 1.900 paket yang masuk dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) guna mendukung pemulihan ekonomi nasional.

"Sudah mulai sebulan yang lalu, sudah ada sekitar 1.900 paket yang masuk di SPSE, jadi sudah mulai berjalan," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara Pembukaan Konstruksi Indonesia 2020 secara daring di Jakarta, Selasa.

3. Kemendag: RI berpotensi mainkan peran menonjol di RCEP

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo meyakini bahwa Indonesia akan memainkan peran yang cukup menonjol pada perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), jika Indonesia mampu meningkatkan daya saingnya.

"Saya melihat Indonesia, jika kita bisa menciptakan demokrasi yang stabil, tenaga kerja yang lebih produktif dan menguasai teknologi, jadi bisa menangani pekerjaan dengan teknologi tinggi, sehingga bisa memasok perusahaan-perusahaan teknologi yang akan berinvestasi di Indonesia, Indonesia akan memainkan peran yang cukup menonjol di RCEP, dan dengan begitu juga di perdagangan dunia," kata Iman pada seminar tentang web Perjanjian RCEP di Jakarta, Selasa.

4. Pemerintah serap Rp10 triliun dari lelang sukuk

Pemerintah menyerap dana Rp10 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp24,93 triliun.

Keterangan pers dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan hasil lelang sukuk ini memenuhi target indikatif Rp10 triliun.

5. ADB beri pinjaman 600 juta bantu pengadaan listrik di Indonesia timur

Bank Pembangunan Asia (ADB) menyetujui pinjaman senilai 600 juta dolar AS atau sekitar Rp8,5 triliun untuk membantu Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai upaya meningkatkan akses listrik dan mendorong energi terbarukan di Indonesia bagian timur.

Pinjaman ini merupakan tahap kedua dari Akses Energi Berkelanjutan di Indonesia Timur-Program Pembangunan Jaringan Listrik untuk meningkatkan akses listrik dan meningkatkan keandalan layanan di sembilan provinsi di Kalimantan, Maluku, dan Papua.

 
Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020