Komisi VIII DPR : Penanganan pengungsi Merapi di Sleman bagus

Komisi VIII DPR : Penanganan pengungsi Merapi di Sleman bagus

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily bersama rombongan meninjau penanganan pengungsi darurat bencana erupsi Gunung Merapi di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto

Sleman (ANTARA) - Komisi VIII DPR menilai penanganan pengungsi bencana erupsi Gunung Merapi di barak pengungsian Glagaharjo, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta sudah bagus dan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan baik.

"Kami lihat penanganan pengungsi Merapi di sini sudah bagus dan telah menerapkan protokol kesehatan yakni dengan membuat sekat-sekat antarpengungsi," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily saat meninjau barak pengungsian Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Rabu sore.

Menurut dia, tanggap bencana erupsi Gunung Merapi tahun ini bertepatan dengan pandemi COVID-19, sehingga diperlukan penanganan khusus agar pengungsian bencana tidak menjadi klaster penyebaran COVID-19.

Baca juga: Kemensos distribusikan tenda dan logistik untuk pengungsi Merapi

Baca juga: Pemprov Jateng jamin kebutuhan pengungsi Merapi


"Apalagi saat ini yang diungsikan mayoritas merupakan masyarakat dari kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, balita dan difabel. Lansia ini cukup rawan tertular COVID-19," katanya.

Ia mengatakan meskipun Kapanewon Cangkringan saat ini merupakan daerah dengan status wilayah hijau penyebaran COVID-19, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, karena ada banyak orang dari luar yang datang untuk membantu penanganan pengungsi.

"Meski ini wilayah hijau, untuk mencegah penyebaran COVID-19, setiap relawan yang datang membantu wajib dilakukan tes cepat dengan antigen, dan dipastikan dalam kondisi aman. Tidak hanya relawan, semua yang datang ke sini wajib tes cepat, jangan sampai menjadi kasus penyebaran COVID-19," katanya.

Ia mengatakan, pemda setempat juga harus memastikan kebutuhan alat pelindung diri (APD) selalu tersedia, baik itu masker, sabun cuci tangan dan lainnya.

"Tenaga medis juga harus selalu ada di barak pengungsian. Kemudian kami lihat dapur umum juga sudah baik dengan menu makan yang bergizi," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, penanganan pengungsi di Sleman ini juga sudah menyiapkan kandang-kandang penampungan ternak pengungsi.

Baca juga: Kepala BNPB: Upaya pencegahan bencana letusan Merapi harus lebih awal

Baca juga: Kemensos siapkan tenda khusus antisipasi pengungsi Gunung Merapi


"Dengan demikian pengungsi tidak khawatir dengan ternaknya, karena setiap hari tetap bisa mengurus ternak yang ada di kandang penampungan. BPBD setempat juga membantu memfasilitasi kendaraan untuk angkutan warga yang mencari rumput pakan ternak," katanya.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily bersama rombongan meninjau kandang penampungan ternak milik pengungsi darurat bencana erupsi Gunung Merapi di Lapangan Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020