CJ Indonesia bangun pabrik baru senilai 150 juta dolar

CJ Indonesia bangun pabrik baru senilai 150 juta dolar

Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Imam Soejoedi (kanan) dengan Presiden Direktur PT CJ Indonesia Shin Hee Sung (kiri) dalam penandatanganan komitmen perluasan investasi di Jakarta, Rabu (25/11/2020). ANTARA/HO-BKPM.

Jakarta (ANTARA) - PT Cheil Jedang Indonesia (PT CJ Indonesia) kembali mengembangkan investasi di Indonesia dengan membangun pabrik yang memproduksi Cysteine dan pengembangan produk plastik ramah lingkungan dengan total senilai 150 juta dolar AS.

Komitmen investasi perusahaan asal Korea Selatan itu ditandatangani langsung oleh Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Imam Soejoedi dengan Presiden Direktur PT CJ Indonesia Shin Hee Sung di Jakarta, Rabu.

"CJ adalah investor yang loyal di Indonesia. Selalu mengembangkan usahanya dan jadi motor penggerak perekonomian di berbagai wilayah di Indonesia. Terima kasih kepada CJ dan jajarannya yang terus bekerja keras meningkatkan investasi, menambah usaha, meningkatkan ekspor yang ujungnya menambah tenaga kerja, juga berkontribusi terhadap neraca perdagangan," kata Imam Soejoedi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

CJ Indonesia tengah membangun pabrik terbaru yang akan memproduksi Cysteine dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 ton/tahun dan total investasi senilai 100 juta dolar AS. Investasi itu akan menyerap 150 tenaga kerja Indonesia dan bermitra dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam penyediaan suplai bahan baku.

Sampai dengan saat ini, kesiapan tahap konstruksi pabrik Cysteine tersebut telah mencapai 90 persen dan diperkirakan akan memulai produksi dan ekspor pada akhir tahun 2020 ini.

Rencananya pada Januari 2021, 100 persen hasil produksi akan diekspor ke beberapa negara yang ada di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.

Selain itu, CJ Indonesia juga akan mulai mengembangkan produk baru ramah lingkungan yaitu polyhydroxyl-alkanoate (PHA) yang dapat menghasilkan 100 persen plastik ramah lingkungan (biodegradable). Total investasi pada bidang ini mencapai 50 juta dolar AS dengan target produksi mencapai 5.000 ton/tahun dan ditujukan untuk pasar ekspor.

Imam menambahkan industri berorientasi ekspor merupakan salah satu investasi prioritas pemerintah Indonesia.

"CJ memiliki kapasitas, kapabilitas yang diakui seluruh dunia. Produk-produknya diterima di seluruh dunia, mulai dari bio, hiburan, makanan, pakan ternak, dan lainnya. Untuk itu kami meminta CJ untuk bisa memberikan, mengakomodasi, dan berkolaborasi dengan perusahaan lokal di daerah. Kami akan bantu," kata Imam.

Presiden Direktur PT CJ Indonesia Shin Hee Sung dalam sambutannya, berharap pabrik baru itu akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap neraca perdagangan Indonesia di tengah kondisi pandemi ini.

"Kami berterima kasih kepada BKPM yang senantiasa mendukung dan memfasilitasi usaha kami, sehingga pabrik baru kami dapat mulai berproduksi komersil pada akhir tahun ini. Semoga pandemi COVID-19 ini segera berakhir, dan perekonomian Indonesia dapat bangkit kembali," katanya.

Dalam kesempatan ini, PT CJ Indonesia juga memberikan donasi 4.000 buah masker K94 sebagai salah satu bentuk solidaritas dalam menghadapi kondisi pandemi COVID-19 saat ini. Nantinya, BKPM akan menyalurkan donasi melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

PT CJ Indonesia telah mengawali bisnisnya sejak tahun 1988 dan kini telah memiliki enam jaringan bisnis yaitu bioteknologi, makanan, pakan ternak, logistik, bioskop, dan toko roti.

Total investasi bisnis PT CJ Indonesia mencapai 1,6 miliar dolar AS dengan total 15.000 orang karyawan yang tergabung dalam seluruh grup bisnisnya.

PT CJ Indonesia sebagai Perusahaan Modal Asing (PMA) juga telah memberikan kontribusi yang tinggi bagi perekonomian Indonesia karena lebih dari 90 persen produknya berorientasi ekspor sehingga berhasil menambah devisa negara sebanyak 455 juta dolar AS pada 2019 berdasarkan produk yang telah berhasil diekspor.

Baca juga: BKPM salurkan donasi CJ Indonesia ke Pelindo II
Baca juga: Greenpeace dorong produsen batasi produk plastik sekali pakai
Baca juga: Produk korporasi lokal mendominasi temuan sampah plastik
Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020