Kemarin, riset vaksin lokal dekati uji praklinis dan haji usia dini

Kemarin, riset vaksin lokal dekati uji praklinis dan haji usia dini

Ilustrasi - Sejumlah anak mengikuti simulasi Manasik Haji di halaman Mesjid Agung Al-Bantani, di Serang, Sabtu (31/8/2019). Acara yang diikuti 4.000 murid TK (Taman Kanak-kanak) itu bertujuan mengenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji kepada anak sejak usia dini. ANTARA/Asep Fathulrahman

Jakarta (ANTARA) - Ada sejumlah berita humaniora Kamis(26/11) yang menyita perhatian pembaca dan menarik untuk dibaca pagi ini di antaranya vaksin COVID-19 buatan Sinovac memenuhi syarat halal dan produksi obat yang baik, dan fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang pendaftaran haji saat usia dini.

Kemudian, gerhana bulan penumbra, riset vaksin tiga institusi pengembang vaksin COVID-19 di Indonesia sudah mendekati uji praklinis, serta guru honorer yang bisa ikut seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Riset vaksin tiga institusi masuk tahap pra-klinis

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menyebut terdapat tiga institusi pengembang vaksin COVID-19 di Indonesia yang penelitiannya paling cepat dan sudah mendekati uji pra-klinis.

"Dari enam institusi pengembang vaksin, ada tiga yang sudah mendekati uji pra-klinis," kata dia di sela kunjungannya di PT Terryham Proplas Indonesia di Kendal, Jawa Tengah, Kamis.

Baca berita: di sini

BPOM: Vaksin Sinovac memenuhi syarat mendapat label halal

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan vaksin Sinovac memenuhi syarat untuk mendapat label halal.

"Alhamdulillah dari aspek mutu dari hasil yang didapatkan inspeksi BPOM, Biofarma dan Majelis Ulama Indonesia, aspek halalnya bisa dikatakan sudah memenuhi, sudah sesuai aspek obat yang baik," kata Penny dalam jumpa pers daring, Kamis.

Cek berita: di sini

Vaksin COVID-19 Sinovac memenuhi aspek produksi obat yang baik

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil inspeksi BPOM, Bio Farma, dan MUI, mutu dan keamanan vaksin COVID-19 buatan perusahaan asal China, Sinovac, memenuhi aspek cara produksi obat yang baik.

"Dapat kami laporkan bahwa alhamdulillah kalau dilihat mulai dari aspek mutu vaksin tersebut dengan hasil yang didapatkan Tim BPOM, Bio Farma, dan MUI untuk melihat aspek halalnya dapat dikatakan produk tersebut (Vaksin COVID-19 buatan Sinovac, red.) memenuhi aspek cara produksi obat yang baik di tempatnya," kata Kepala BPOM RI Penny Kusumastuti Lukito dalam jumpa pers secara daring di Bandung, Kamis.

Baca berita: di sini

MUI keluarkan fatwa tentang pendaftaran haji usia dini

Hasil Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke X mengeluarkan lima fatwa salah satunya tentang pendaftaran haji pada saat usia dini.

Hasil fatwa tersebut dibacakan oleh juru bicara sidang fatwa Asrorun Niam Sholeh pada sidang pleno Kamis malam dengan dua ketentuan hukum.

Simak berita: di sini

Kemendikbud: Guru honorer yang ikut seleksi PPPK maksimal 59 tahun

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril menyebut batasan usia guru honorer yang bisa ikut seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) maksimal berusia 59 tahun.

“Batasan usianya mulai dari 20 tahun hingga 59 tahun, itu boleh ikut seleksi,” ujar Iwan dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.

Cek berita: di sini

Ada gerhana bulan penumbra, Lapan sebut tak khawatirkan pelayaran

Peneliti astronomi dan astrofisika Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Rhorom Priyatikanto mengatakan dampak dari fenomena gerhana bulan penumbra pada akhir November 2020 tidak mengkhawatirkan bagi pelayaran.

"Tidak ada yang mengkhawatirkan pelayaran, kecuali bila ada peringatan gelombang tinggi karena cuaca ekstrem," kata Rhorom dihubungi di Jakarta, Kamis.

Simak berita: di sini

***3***

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020