Ilmuwan Iran dibunuh, Sekjen PBB desak semua pihak tahan diri

Ilmuwan Iran dibunuh, Sekjen PBB desak semua pihak tahan diri

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres berbicara dalam konferensi pers di markas besar PBB di New York City, New York, AS, (20/11/2020). ANTARA/REUTERS / Eduardo Munoz/pri.

New York (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Jumat (27/11)  mendesak semua pihak untuk menahan diri pascapembunuhan ilmuwan Iran.

Pernyataan yang dikutip oleh juru bicaranya itu menanggapi peristiwa seorang ilmuwan nuklir Iran, yang telah lama dicurigai oleh Barat sebagai dalang program senjata atom rahasia, dibunuh di dekat Teheran.

"Kami telah mencatat laporan bahwa seorang ilmuwan nuklir Iran telah dibunuh di dekat Teheran hari ini," kata juru bicara Guterres, Farhan Haq. 

"Kami mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat menyebabkan peningkatan ketegangan di wilayah tersebut," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Iran mengatakan ilmuwan nuklir terkemuka Iran Mohsen Fakhri Zadeh dibunuh oleh "teroris bersenjata" di dekat Ibu Kota Teheran pada Jumat (27/11).

Media setempat melansir bahwa Fakhri Zadeh, kepala program nuklir Kementerian Pertahanan, diserang di Desa Absard, 60 kilometer timur laut Teheran, pada sore hari.

Sumber : Reuters

Baca juga: Ilmuwan nuklir terkemuka Iran Fakhri Zadeh dibunuh dekat ibu kota

Baca juga: Raja Salman desak dunia ambil sikap tegas terhadap Iran

Baca juga: Iran desak penyelidikan program nuklir "rahasia" Arab Saudi


 

Indonesia Dukung Kesepakatan Nuklir Iran

Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020