BPBD Lembata: Erupsi gunung Lewotolok tak berdampak pada masyarakat

BPBD Lembata: Erupsi gunung Lewotolok tak berdampak pada masyarakat

Erupsi Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-PVMBG/pri.

Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata melaporkan bahwa bencana erupsi gunung Ili Lewotolok yang terjadi pada Jumat (27/11) kemarin tidak berdampak pada warga yang tinggal dekat dengan gunung tersebut.

"Tidak benar kalau erupsi gunung berapi itu berdampak pada beberapa desa yang ada di bawah gunung itu, karena memang hanya ada asap dan tercium bau belerang yang keluar dari gunung itu," kata Kepala Pelaksana BPBD Lembata Kanis Making saat dihubungi ANTARA dari Kupang, Sabtu.

Ia mengatakan bahwa perkembangan terakhir pada Sabtu (28/11) hari ini asap tetap keluar tetapi tidak setebal seperti pada asap pertama kali pada pukul 05.57 WITA.

Baca juga: PVBMG imbau warga tak beraktivitas di sekitar Gunung Lewotolok

Warga juga kata Kanis, diharapkan tetap beraktivitas seperti biasa, namun tetap juga mewaspadai erupsi gunung berapi Ili Lewotolok yang lebih membahayakan warga setempat.

"Walaupun sudah aman namun status level II gunung itu masih belum dicabut, sehingga kami imbau agar warga tetap berhati-hati dalam beraktivitas," tambah dia.

Ia juga menambahkan sesuai imbauan dari pihak pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk tak beraktivitas, dalam radius 2 km dari kawah puncak Gunung Ili Lewotolok.

BPBD Lembata juga terus memantau perkembangan gunung itu, untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu mereka bisa langsung bergerak cepat menangani bencana gunung berapi.

Baca juga: Gunung Ili Lewotolok erupsi

Sebelumnya diberitakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan telah terjadi erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, pukul 05:57 WITA.

"Telah terjadi erupsi Gunung Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur pada 27 November 2020 pukul 05:57 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 meter di atas puncak (± 1.923 meter di atas permukaan laut)," kata Kasubbid Mitigasi Gunung api Wilayah Timur ESDM, Devy Kamil Syahbana.

Berdasarkan laporan, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi ± 2 menit, katanya menjelaskan.

Saat ini Gunung Ili Lewotolok berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi, masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok dan pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak berada dan tidak melakukan pendakian.

Selain tidak beraktivitas dalam zona perkiraan bahaya di dalam area kawah Gunung Ili Lewotolok dan di seluruh area dalam radius 2 kilometer dari puncak atau pusat aktivitas gunung.

Baca juga: Petugas tetapkan status Waspada pada Gunung Lewotolok Lembata
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020