Lampung persiapkan "cold chain" untuk vaksin COVID-19

Lampung persiapkan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Lampung sedang menyiapkan  "cold chain" atau rantai dingin untuk vaksin COVID-19 sebagai rangkaian persiapan pelaksanaan uji coba vaksin.

"Yang jadi permasalahan utama kita dan daerah lain ialah ketersediaan cold chain bagi vaksin COVID-19," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, saat dihubungi di Bandarlampung, Sabtu.

Ia mengatakan persiapan pengadaan rantai dingin atau "cold chain" tengah dilakukan untuk mencegah adanya kerusakan vaksin COVID-19 yang akan diuji coba.

"Kita saat ini persiapkan dahulu "cold chain"-nya, sebab ini sangat krusial, tanpa cold chain, vaksin akan rusak dan tidak dapat digunakan," katanya.

Baca juga: Kematian akibat COVID-19 Lampung bertambah 7 dan 95 orang sembuh

Baca juga: Dinkes: Kasus COVID-19 di Lampung bertambah 67 dan sembuh delapan


Menurutnya, hampir di seluruh daerah termasuk Lampung memiliki cold room dengan suhu 8 derajat selsius, sehingga butuh persiapan untuk menyediakan rantai dingin agar suhu dapat di bawah 8 derajat Celcius.

"Vaksin membutuhkan suatu perhatian khusus karena rentan terhadap perubahan temperatur lingkungan, sehingga harus disimpan pada suhu tertentu yakni 2 hingga 8 derajat Celcius untuk vaksin sensitif beku (tidak boleh beku) sedangkan minus 15 hingga minus 25 derajat Celcius untuk vaksin yang sensitif panas," katanya.

Ia mengatakan untuk ketersediaan sumber daya manusia telah tersedia dengan rincian ada 78 rumah sakit yang disiapkan, lalu 301 Puskesmas dengan tenaga kesehatan yang telah terlatih memberikan vaksin.

"Semua petugas sudah siap karena terbiasa melakukan vaksinasi," katanya.

"Cold chain" terdiri atas lemari es dan "freezer" untuk menyimpan vaksin, dan termos (vaksin carrier) untuk membawa vaksin ke tempat pelayanan imunisasi, terutama untuk kegiatan di luar gedung/lapangan.

Baca juga: Jumlah pasien sembuh dari COVID-19 di Lampung bertambah 88

Baca juga: Pasien meninggal dunia akibat COVID di Lampung bertambah 4 kasus


Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sampai akhir 2016, sudah 78,8 persen Puskesmas memiliki lemari es penyimpan vaksin yang sesuai standar, sedangkan pada 2017 disediakan lagi 1.861 lemari es.

Pada akhir 2018, Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan rantai dingin di seluruh Puskesmas dapat terpenuhi untuk mendukung pelaksanaan program imunisasi yakni 9.951 Puskesmas akan memiliki "cold chain" sesuai standar.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020