Kemenperin siapkan strategi bangun SDM untuk tingkatkan daya saing

Kemenperin siapkan strategi bangun SDM untuk tingkatkan daya saing

Tangkapan layar - Inspektur Jenderal Kemenperin Arus Gunawan membacakan naskah pidato Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam Wisuda Nasional Unit Pendidikan Kemenperin yang bertema "Skills for the Future" di Jakarta, Sabtu (28/11/2020). ANTARA/ Tangkapan layar Youtube Kemenperin/pri.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian menyiapkan sejumlah strategi untuk membangun sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten dalam rangka meningkatkan produktivitas dan daya saing.

"Kementerian Perindustrian telah menyiapkan langkah-langkah strategis dalam rangka membangun SDM industri yang kompeten melalui enam program prioritas, yakni pengembangan pendidikan vokasi industri melalui sistem ganda," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam pidatonya yang dibacakan oleh Inspektur Jenderal Kemenperin Arus Gunawan dalam Wisuda Nasional Unit Pendidikan Kemenperin yang bertema "Skills for the Future" di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Kemenperin minta SDM industri adaptif di tengah disrupsi teknologi

Kemudian, lanjut dia, pembangunan politeknik atau akademi komunitas. Pengembangan link and match untuk SMK dan industri.

Selain itu, program diklat, pembangunan infrastruktur kompetensi dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja industri. Dan, pembangunan pusat inovasi dan pengembangan SDM industri 4.0.

"Pengembangan industri yang berkualitas memerlukan SDM yang andal dengan kompetensi di bidang industri serta penguasaan teknologi," kata Agus Gumiwang.

Di tengah pandemi ini, Agus juga menyampaikan para mahasiswa disarankan untuk terlibat dalam inkubator bisnis sehingga dapat menjadi wirausaha baru.

"Serapan lulusan di dunia industri kerja pada 2020 menurun jika dibandingkan 2019. Hal ini karena adanya pandemi dan mempengaruhi sektor-sektor kerja, karena itu mahasiswa juga disarankan terlibat di dalam inkubator bisnis, sehingga juga bisa menjadi wirausaha baru," ujarnya.

Tercatat, serapan lulusan pendidikan vokasi di dunia kerja pada 2019 sebesar 81,89 persen untuk SMK dan 51,91 persen untuk perguruan tinggi.

Sedangkan, pada 2020, serapan lulusan pendidikan vokasi di dunia kerja sebesar 75,70 persen untuk SMK dan 47,85 persen untuk perguruan tinggi.

Dalam pidatonya itu, Agus Gumiwang juga mengatakan, dalam rangka meningkatkan daya saing, maka penting untuk terus meningkatkan kemampuan soft skill seperti penguasaan bahasa asing serta kemampuan berpikir kritis, analisis, inovasi, kepemimpinan, negosiasi, serta kerja tim.

"Berbagi hal yang belum menjadi kekuatan kita untuk bersaing harus ditingkatkan seperti hal-hal soft skill. Selain itu teknologi dan global minded juga perlu ditingkatkan di masa depan," katanya.

Baca juga: Kemenperin sebut sektor IKFT mantap adopsi teknologi industri 4.0
Baca juga: Kemenperin fasilitasi IKM OVOP bersaing di pasar global
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020