Kasad kagumi sosok Sandi, pekerja difabel di Mabesad

Kasad kagumi sosok Sandi, pekerja difabel di Mabesad

Tangkapan layar - Istri Kasad Hetty Andika Perkasa memakaian topi hadiah dari Kasad untuk Sandi, pekerja bangunan difabel di Mabes AD. ANTARA/HO-Tangkapan layar Youtube TNI AD.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa mengagumi semangat Sandi Rihata, sosok difabel yang menjadi pekerja bangunan di Mabes AD yang tak mau menyerah di tengah keterbatasannya.

"Saya punya hadiah untuk Mas Sandi. Lihat ini tulisan di topinya apa? Biar istri saya yang memakaikan, ya?," ujar Kasad kepada Sandi, dalam tayangan Youtube TNI AD, Minggu.

Kasad didampingi istri, Hetty Andika Perkasa menyempatkan menemui Sandi yang tengah bekerja di sebuah gorong-gorong karena mendapatkan kabar Sandi mau pulang kampung setelah dua bulan bekerja di Mabes AD.

Sandi terlihat senang mendapatkan hadiah topi bertuliskan namanya "Sandi" yang dibantu dipakaikan oleh Hetty yang juga Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana.

Baca juga: Istri Kasad bantu warga renovasi rumah

Sebelumnya, sekitar Oktober lalu, Kasad juga menyempatkan mengajak Sandi makan siang bersama di ruang kerjanya setelah tak sengaja ketika berolahraga melihat sosok Sandi tengah bekerja.

Saat itu, Kasad juga menghadiahi tas pinggang untuk Sandi karena melihat tas pinggang yang dipakainya sudah kotor.

"Itu tas pinggang dari saya mana? Kok enggak dipakai?" tanya Kasad, yang dijawab Sandi disimpannya karena takut kotor kalau dipakai bekerja.

Istri Kasad juga mengagumi dan menyebut Sandi sebagai sosok dengan semangat yang luar biasa karena tidak berputus asa meskipun memiliki keterbatasan fisik.

"Semangat Mas Sandi luar biasa. Harus ditularkan ke teman-temannya ya. Saya bangga, saya kagum. Mudah-mudahan kita ketemu lagi ya, dipanggil ke sini lagi," kata Hetty.

Baca juga: Istri Kasad bantu pedagang terdampak COVID-19 di wisata Ketep Pass

Meskipun Sandi saat ini memutuskan untuk istirahat dari pekerjaannya, namun kisah inspiratifnya telah membekas menjadikan semangat agar selalu bersyukur dan tak putus asa dalam menjalani kehidupan.

"Sandi kangen sama orang tua, ingin istirahat juga, tapi kalau butuh orang lagi atau masih ada kerjaan Sandi kesini lagi," ujar Sandi.

Sandi memutuskan untuk pulang kampung halamannya setelah bekerja selama dua bulan di Mabes AD untuk melepas rasa rindu kepada orang tua dan saudara-saudaranya.

"Terima kasih kepada Bapak Ibu Kasad selama saya bekerja di Mabes AD. Terima kasih juga kepada rekan-rekan kerja yang menganggap saya seperti keluarga," kata Sandi.

Baca juga: Tenaga medis RS TNI AD apresiasi bantuan makanan dari Kasad dan istri
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020