Lembaga anti korupsi China selidiki keturunan pahlawan nasional

Lembaga anti korupsi China selidiki keturunan pahlawan nasional

Anggota paramiliter menggunakan masker saat berjaga di Gerbang Tiananmen, ketika sejumlah wilayah dilanda wabah virus corona baru, di Beijing, China, Senin (27/1/2020). ANTARA/REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/tm.

Beijing (ANTARA) - Komisi Pusat Partai Komunis China untuk Inspeksi Disiplin (CCDI), yang berfungsi sebagai lembaga anti korupsi, melakukan penyelidikan terhadap seorang pejabat setempat yang masih keturunan pahlawan nasional.

Lin Dong, mantan Sekretaris Partai Komunis China (CPC) Provinsi Hainan yang pernah menjabat Direktur Perhubungan setempat, diduga melakukan pelanggaran serius, demikian disebutkan dalam laman CCDI, Senin.

Lin Dong merupakan anak lelaki laksamana laut Lin Zun yang sangat terkenal di China dan masih keturunan pahlawan nasional Lin Zexu.

Lin Dong, yang berusia 60 tahun, pernah menduduki jabatan utama di Pemerintah Provinsi Hainan, termasuk menjadi Wali Kota Danzhou dan anggota Komite Tetap CPC Hainan. Dia pensiun pada Maret 2020.

Warganet di sosial media China menyatakan kekecewaannya terhadap Lin Dong karena keturunan pahlawan seharusnya menjadi teladan.

Lin Zexu merupakan pejabat penting di masa Dinasti Qing (1644-1911). Dia mendapatkan gelar pahlawan atas sikap patriotisnya dalam sejarah China modern.

Dia juga terkenal atas perlawanan sengitnya dalam Perang Candu Pertama (1839-1942) melawan Inggris.

Selain di daerah kelahirannya di Provinsi Fujian, patung Lin Zexu juga berdiri di China Town Manhattan, New York, Amerika Serikat.

Pelanggaran serius yang dimaksud CCDI biasanya mengenai penerimaan suap atau tindak pidana korupsi terkait jabatan seseorang.  

Baca juga: Kolega wapres China diselidiki dalam kasus korupsi

Baca juga: Tak berhemat, 16.731 pejabat China dihukum


 

Ini deretan barang mewah pada kasus dugaan korupsi Edhy Prabowo

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020