10.778 penyelenggara Pilkada Kepri jalani tes cepat COVID-19

10.778 penyelenggara Pilkada Kepri jalani tes cepat COVID-19

Rapat persiapan dan kesiapan pelaksanaan Pilkada 2020 bersama Komisi II DPR RI di Batam, Senin (30/11/2020). ANTARA/Yuniati Jannatun Naim/aa.

Batam (ANTARA) - Sebanyak 10.778 orang penyelenggara pilkada di Provinsi Kepulauan Riau menjalani tes cepat COVID-19 dengan hasil 610 orang di antaranya dinyatakan reaktif.

"Mereka itu ada di Bintan, Tanjungpinang, Karimun, Lingga, Natuna, Kepulauan Anambas, dan Batam," kata anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kepri Widiyanto Agung dalam rapat bersama Komisi II DPR RI di Batam, Senin.

Hasil reaktif dalam tes cepat COVID-19 itu harus dikonfirmasi lagi menggunakan tes usap PCR yang dinilai lebih akurat.

Namun, kata dia, untuk Kota Batam, pemerintah setempat mengambil kebijakan untuk melakukan tes cepat dengan metode yang berbeda yang dinilai lebih akurat. Sementara itu, di Bintan dan Tanjungpinang, petugas langsung menjalani tes usap.

Baca juga: Kondisi dua anggota KPU Kepri terkonfirmasi COVID-19 membaik

Lain dari kabupaten/kota lainnya, Pemerintah Kabupaten Lingga membuat kebijakan mengarantina petugas yang hasil tes cepatnya reaktif.

Agung mengatakan bahwa kebijakan itu menyulitkan karena apabila petugas harus menjalani isolasi selama 2 pekan, mereka tidak dapat mengerjakan tugasnya pada pilkada, 9 Desember 2020.

"Di Lingga, begitu reaktif dikarantina 14 hari. Enggak bisa bekerja," katanya.

Ia menyebutkan masih terdapat lebih 20.000 orang penyelenggara pilkada lagi yang masih harus menjalani tes cepat COVID-19.

"Masih banyak lagi karena semuanya itu 38.177 orang, termasuk PPK dan PPS," kata Agung menjelaskan.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan bahwa semua penyelenggara yang terlibat harus dalam kondisi sehat dan bebas COVID-19 menjelang persiapan akhir pelaksanaan Pilkada 2020. Oleh karena itu, semua wajib mengikuti tes cepat.

"Di Kepri, dari sekitar 10.000 penyelenggara yang sudah dites, 600 sekian reaktif. Dari sekitar 4.000 anggota bawaslu, ada 200-an reaktif. Memang reaktif belum tentu positif," katanya.

Baca juga: Pjs Gubernur Kepri: Debat paslon pengaruhi partisipasi pemilih

Menurut dia, semestinya petugas dengan hasil reaktif menjalani tes usap. Namun, terdapat kendala di beberapa daerah, di antaranya di Lingga.

Ia meminta Kemendagri mengomunikasikan dengan daerah masing-masing untuk mencari solusinya agar segera mengetahui kepastian kondisi kesehatan petugas.

"Kami doakan semuanya tidak ada yang positif (COVID-19)," katanya berharap.
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020