Semua kampung pedalaman di Mimika-Papua akan terlistriki 2022

Semua kampung pedalaman di Mimika-Papua akan terlistriki 2022

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Manajer PLN UP3 Timika Marthinus Irianto Pasensi menghidupkan meter listrik pada rumah salah satu warga di Kokonao, Distrik Mimika Barat, Senin (30/11/2020). (FOTO ANTARA/Evarianus Supar)

Timika, Papua (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua menargetkan paling lambat hingga pertengahan 2022 seluruh distrik (kecamatan) dan kampung (desa) di wilayah pedalaman, baik di pesisir pantai maupun pegunungan bisa menikmati penerangan listrik.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Selasa (1/12/2020) mengatakan jajarannya terus membangun kerja sama dan kemitraan dengan PT PLN (Persero) UP3 Timika untuk dapat merealisasikan harapan seluruh masyarakat di wilayah pedalaman agar bisa segera menikmati penerangan listrik.

"Pemerintah pusat bicara tentang Indonesia Terang, Provinsi Papua juga bicara tentang Papua Terang dan secara khusus Kabupaten Mimika juga kita bicara tentang Mimika Terang. Kami menargetkan paling lama pada pertengahan 2022 seluruh Mimika harus terang. Itu kewajiban kami sekaligus tantangan berat," katanya.

Secara khusus Wabup John mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran PLN UP3 Timika dibawah komando Manajer Marthinus Irianto Pasensi yang sudah berhasil mengoperasikan PLTD Kokonao berkapasitas 100 KW sejak Senin (30/11).

Dengan demikian, katanya, kerinduan masyarakat "Kokonao", yang sudah sangat lama menantikan listrik bisa masuk di wilayah mereka kini sudah bisa terealisasikan.

"Saya datang ke Kokonao tanggal 7 Oktober. Masyarakat menuntut agar listrik harus menyala sebelum Natal. Demikian juga dengan BTS Telkomsel yang katanya mati hidup, mati hidup. Sekembali dari Kokonao, saya memanggil Manajer PLN UP3 Timika dan mereka datang dengan tim untuk menyampaikan permintaan dan tuntutan masyarakat Kokonao," kata Wabup.

Ia mengatakan tuntutan masyarakat Mimika Barat agar rumah-rumah warga pada enam kampung di Kokonao bisa diterangi listrik pada akhirnya menjadi kenyataan.

"Terima kasih kepada jajaran PLN Timika yang sungguh luar biasa, sangat kooperatif mendukung program pemerintah daerah dalam melayani masyarakat di kampung-kampung," katanya.

Saat ini, katanya, sudah banyak kampung-kampung di wilayah pesisir Mimika yang sudah menikmati penerangan listrik, seperti Kampung Keakwa 1 dan 2 dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), Atuka (pembangkit ;listrik tenaga diesel/PLTD), Fakafuku (PLTS).

PLN Timika kini tengah membangun fasilitas PLTS di Amar, Ipaya, Potowayburu dan dalam waktu dekat juga akan mengoperasikan PLTD Agimuga berkapasitas 100 KW.

Sementara untuk kampung-kampung di wilayah pegunungan, Wabup berharap PLN bisa mengembangkan potensi kelistrikan dari sumber air atau mikro hidro seperti di Distrik Jila, Hoeya, Alama, dan beberapa kampung di Distrik Tembagapura seperti Tsinga, Aroanop dan Waa-Banti.

Ia mengatakan sekitar 300-an rumah warga dari sekitar 700-an yang berada di Kokonao dipasangi meter 900 KV dengan biaya penyambungan baru sekitar Rp900 ribu. Namun warga cukup membayar setengah dari biaya itu karena mendapatkan subsidi dari PLN.

"Masyarakat yang belum pasang meter segera ajukan karena hanya membayar separuh dari biaya yang seharusnya ditanggung oleh pelanggan. Dengan adanya listrik ini, juga ada kesempatan bagi warga untuk bisa menjual pulsa listrik mengingat masyarakat menggunakan meter pra bayar, apalagi sekarang sinyal Telkomsel di Kokonao sudah tidak macet-macet lagi," ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat Mimika Barat menjaga dan merawat fasilitas PLTD Kokonao.

"Jaga baik-baik, jangan ada yang pencuri kabel atau alat-alat listrik. Siapa yang kedapatan mencuri, bawa ke kantor polisi untuk diproses. Saya minta Polsek Kokonao tolong perhatikan hal ini karena sudah banyak orang mengeluh kehilangan di Kokonao," kata Johannes Rettob .

Manajer PLN UP3 Timika Marthinus Irianto Pasensi mengatakan saat ini PLN baru bisa mengoperasikan listrik selama 12 jam di Kokonao (enam jam siang hari dan enam jam pada malam hari) karena baru satu mesin pembangkit diesel yang dioperasikan.

Ke depan, kata dia, PLN Timika akan mengoperasikan listrik dengan waktu 1x24 jam jika sudah ada penambahan mesin pembangkit diesel di Kokonao.

Baca juga: PLN relokasi pembangkit untuk listrik desa di pedalaman Mimika

Baca juga: PLN Papua listriki 100 rumah warga daerah 3T, ini rincian lokasinya

Baca juga: Mahasiswa EPT 2018 ingatkan medan berat untuk melistriki Mimika

Baca juga: Listrik tenaga surya jangkau perbatasan Papua


 
Pewarta : Evarianus Supar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020