Jepang izinkan pengunjung mancanegara 'skala besar' untuk Olimpiade

Jepang izinkan pengunjung mancanegara 'skala besar' untuk Olimpiade

Toshiro Muto, CEO Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 terlihat menyimpan masker di sakunya jelang konferensi pers di Tokyo, Jepang (10/6/2020). ANTARA/AFP/Pool/Franck Robichon/aa. (AFP/FRANCK ROBICHON)

Tokyo (ANTARA) - Jepang bermaksud untuk menerima sejumlah besar pengunjung dari luar negeri untuk kegiatan Olimpiade Tokyo tanpa vaksinasi atau karantina wajib dengan syarat wisatawan mengirimkan hasil tes virus corona negatif.

Selain itu, pengunjung mancanegara diminta mengunduh aplikasi pelacakan ponsel pintar pada saat kedatangan, menurut berita harian bisnis Nikkei, Rabu.

Laporan Nikkei tersebut, yang tidak mengidentifikasi sumber informasinya, juga tidak memberi keterangan rinci tentang berapa banyak pengunjung yang diizinkan.

Namun, Nikkei menyebutkan Jepang tidak akan membatasi penggunaan sistem transportasi umum oleh pelancong asing.

Laporan surat kabar itu juga menyebutkan bahwa para penyelenggara pertandingan Olimpiade telah menjual hampir satu juta tiket di luar negeri, sementara tiket yang terjual di Jepang mencapai 4,5 juta.

Di bawah aturan pembatasan saat ini yang diberlakukan untuk mengekang penyebaran COVID-19, para pelancong diharuskan untuk mengisolasi diri selama 14 hari setelah tiba di Jepang serta mendaftar untuk aplikasi pelacakan kontak.

Bulan lalu, pejabat senior Komite Olimpiade Internasional Joan Coates mengatakan jumlah atlet yang berpartisipasi dalam Olimpiade tidak akan dikurangi dan tergantung pada penyelenggara untuk membuat para atlet merasa aman.

Lebih dari 11.000 atlet diharapkan hadir di Tokyo untuk Olimpiade 2020 dan ribuan lainnya akan datang untuk ajang berikutnya, yaitu Paralimpiade.

Sumber: Reuters

Baca juga: Jepang izinkan penonton asing berskala besar di Olimpiade Tokyo

Baca juga: Cincin Olimpiade raksasa sudah dipasang lagi di Tokyo
Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020