Askrindo beri pelatihan petani bawang di Kediri, bangun ekosistem UMKM

Askrindo beri pelatihan petani bawang di Kediri, bangun ekosistem UMKM

Dokumentasi - Buruh tani memanen bawang merah berumur 55 hari dari yang seharusnya dipanen pada usia 70-75 hari di area persawahan Desa Paron, Kediri, Jawa Timur, Sabtu (13/6/2020). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/hp/aa.

Jakarta (ANTARA) - Untuk mendukung ekosistem UMKM, PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo, anggota dari Holding Perasuransian dan Penjaminan Indonesia Finansial Grup (IFG), melakukan kegiatan pelatihan pengembangan UMKM bagi Kelompok Tani Bawang Sayur di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kediri.

Kepala Divisi Penjaminan KUR dan Program Askrindo Himawan Sutanto mengatakan kegiatan ini untuk membangun ekosistem UMKM di Desa Siman secara berkelanjutan untuk mendapatkan kualitas produk yang baik dan pemenuhan bahan baku yang cukup.

Ia mengatakan Askrindo membantu UMKM tidak hanya melalui penjaminannya saja, namun juga berkontribusi langsung melalui pelatihan dan pembinaannya.

Baca juga: Askrindo salurkan penjaminan kredit UMKM capai Rp3,7 triliun

"Kami melihat Desa Siman cukup berkembang di sektor bawang sayur ini, di mana hasil tani Desa Siman mampu menjadi pemasok di sebagian besar wilayah Jawa Timur dan Askrindo akan selalu mendorong UMKM berpotensi untuk menjadi UMKM yang mandiri dan besar," kata Himawan dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Pemimpin Cabang Askrindo Kediri Gami Aji mengatakan sektor pertanian di wilayah Kediri sangat baik karena potensi pasarnya masih sangat besar untuk digarap.

"Di wilayah Kediri, kami banyak terjun untuk mengetahui kondisi langsung UMKM, produktivitas para UMKM di sini sangat baik, terbukti dengan kredit pinjaman mereka di bank yang tidak macet," kata Gami.

Baca juga: Kemenkeu: PMN untuk Jamkrindo-Askrindo jaga "gearing ratio" terkendali

Kepala Desa Siman Subagiyo mengatakan selama pandemi para petani tidak kesulitan mencari pasar karena kebutuhan akan bawang sayur cukup besar, pemerintah membatasi impor bawang.

“Di berbagai pihak banyak terjadi kemerosotan ekonomi, namun saat kondisi begini permintaan bawang sayur untuk Jawa Timur justru cukup tinggi, kualitas bawang sayur lokal jauh lebih baik dibandingkan impor," kata Subagiyo.

Sejak Januari hingga November 2020 Askrindo Cabang Kediri telah menutup penjaminan KUR sebesar Rp443 miliar dengan 13.934 debitur. Sementara untuk Kredit Modal Kerja (KMK) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejak Juli hingga November 2020 sebanyak 524 debitur dengan nilai penjaminan Rp292 miliar.

Baca juga: Askrindo selesaikan penjaminan kredit modal kerja PEN Rp2,5 triliun

 
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020