Holyfield desak Mike Tyson tanda tangani kontrak duel

Holyfield desak Mike Tyson tanda tangani kontrak duel

Dokumentasi - Petinju Evander Holyfield (kiri) saat berhadapan dengan Mike Tyson. ANTARA/REUTERS/Gary Hershorn/aa.

Jakarta (ANTARA) - Evander Holyfield menantang Mike Tyson untuk kembali naik ring dan segera menandatangani kontrak untuk duel triloginya guna mengakhiri persaingan di antara mantan juara kelas berat dunia itu.

Tantangan Holyfield dipicu setelah Tyson tampil mendominasi saat melawan Roy Jones Jr dalam pertarungan ekshibisi di Staples Center, Los Angeles, 28 November lalu yang berakhir imbang.

“Tak ada lagi alasan. Ini adalah pertarungan yang harus terjadi untuk kedua warisan (pertarungan) kami,” kata Holyfield dikutip Reuters, Rabu.

“Sabtu malam (lalu), Anda bilang siap melawan saya, jadi segeralah tanda tangani kontraknya dan kembali naik ring,” katanya menambahkan.

Baca juga: Mike Tyson tak akan berhenti setelah duel dengan Roy Jones Jr
Baca juga: Duel "comeback" Tyson vs Roy Jones berakhir imbang

“Dunia sudah menanti, dan (keputusan) sekarang ada pada Anda. Saya siap.”

Di masa jayanya, rivalitas Tyson dan Holyfield, yang kini berusia 58 tahun, adalah salah satu yang terpanas di dunia tinju.

Mereka bertemu dua kali. Pada pertemuan pertama yang terjadi 1996 silam, Holyfield memenangi pertarungan lewat TKO pada ronde ke-11. Sementara pertarungan kedua pada 1997 berakhir menjadi duel yang kontroversial ketika Tyson menggigit telinga lawannya.

Baca juga: Holyfield dan Lennox Lewis bisa jadi lawan Mike Tyson berikutnya

Tyson pun didiskualifikasi dan mendapat larangan tanding hingga didenda uang.

Ketika Tyson mengatakan awal tahun ini dia bersiap untuk kembali ke ring untuk melakoni pertarungan amal, Holyfield sebetulnya mengajukan diri maju, tetapi promotor memilih Jones Jr sebagai gantinya.

“Roy Jones Jr adalah lawan kelas lokal yang cukup baik untuk Mike. Namun tanding lawan saya akan menjadi ajang kelas dunia,” ucap Holyfield.

“Yang paling dinanti semua orang adalah pertemuan kami. Jadi tak ada alasan apapun yang bisa menghalangi duel ini.”

Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020