Pengamat: "Risma Efek" sangat berpengaruh di Pilkada Surabaya

Pengamat:

Data hasil survei dari SSC yang menyatakan sebagian besar responden memilih pasangan yang didukung Wali Kota Tri Rismaharini saat dipaparkan di hadapan media di Surabaya, Rabu (02/12/2020). (ANTARA/Fiqih Arfani)

Surabaya (ANTARA) - Pengamat politik asal Surabaya Survey Center (SSC) Edy Marzuki menilai "Risma Efek" sangat berpengaruh di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) setempat, 9 Desember 2020.

"Ini dibuktikan berdasarkan data riset yang telah dilakukan bahwa tingkat kepuasan kinerja Risma tinggi, dan warga Surabaya sebagian besar ikut pilihan beliau," ujarnya di sela pemaparan hasil survei di Surabaya, Rabu.

Sesuai data riset, hampir seluruh masyarakat Surabaya mengaku puas dengan kepemimpinan Wali Kota Risma (Tri Rismaharini) selama 10 tahun terakhir, yakni sebanyak 95,7 persen.

Kemudian, ada 2,2 persen mengaku kurang puas, 1 persen mengaku tidak puas, dan 1,1 persen mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.

Publik Surabaya, kata dia, memiliki beberapa catatan terkait perkembangan kota selama dipimpin Risma, seperti 95 persen responden menilai perkembangan Surabaya cukup baik, 3,2 persen menganggap sama saja, 0,8 persen mengaku semakin buruk, dan 1 persen lainnya memilih tidak menjawab atau tidak tahu.

Baca juga: Surabaya jadi tuan rumah Peringatan Hari Habitat Dunia 2020

Baca juga: Risma pesan kepada Eri-Armuji makin sejahterakan warga


Dari hasil riset tersebut, menurut Edy, merupakan potret nyata pendapat sebenarnya dari masyarakat Surabaya kepada Wali Kota Risma.

Bahkan, terkait Pilkada Surabaya, hampir sebagian besar masyarakat Surabaya bakal mengikuti pilihan Risma atau sebesar 45,6 persen responden memastikan memilih pasangan yang didukungnya.

Data lainnya, yakni 30,3 persen mengaku belum pasti memilih pasangan yang didukung oleh Risma, serta 24,1 persen tidak akan memilih pasangan yang didukungnya.

Sementara itu, terkait status pasangan dengan nomor urut 1 Eri-Armuji yang didukung oleh Wali Kota Risma, 82,8 persen responden mengaku tahu fakta itu, dan 17,2 persen lainnya tidak tahu.

"Dari data-data statistik tersebut maka diakui tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Risma sangat tinggi, dan berdampak positif bagi pasangan calon yang didukungnya," ujar Direktur Riset SSC tersebut.

Tak itu saja, lanjut dia, terbukti saat ini kedua pasangan calon sama-sama menggunakan nama dan foto Risma di alat peraga kampanye (APK) mereka untuk meraih simpati masyarakat.

Sebagai informasi, riset ini dilakukan SSC pada 19-24 November 2020 di 31 Kecamatan di Surabaya dengan responden yang digunakan sebanyak 880 orang.

Penelitian dilakukan dengan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 3,3 persen dan pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Pilkada Surabaya diikuti dua pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, yaitu Eri Cahyadi-Armudji nomor urut 1 dan Machfud Arifin-Mujiaman nomor urut 2.

Pasangan nomor urut 1 diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI, serta enam partai politik nonparlemen, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda.

Sedangkan, pasangan nomor urut 2 diusung koalisi delapan partai politik, yaitu PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat, dan Partai NasDem serta didukung partai nonparlemen Partai Perindo.

Baca juga: Megawati harapkan calon kepala daerah PDIP contoh Risma

Baca juga: Menpora: Surabaya siap gelar Piala Dunia U-20 tahun 2021
Pewarta : Fiqih Arfani
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020