Pemda DIY mulai siapkan vaksinator COVID-19

Pemda DIY mulai siapkan vaksinator COVID-19

Ilustrasi - Botol botol dosis vaksin virus corona baru atau COVID-19 di laboratorium. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai menyiapkan tenaga vaksinator yang akan melaksanakan vaksinasi COVID-19, termasuk menyosialisasikan program itu kepada masyarakat di daerah ini.

"Saat ini sedang dilatih vaksinator, orang yang akan melaksanakan penyuntikan vaksin," kata Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, para vaksinator itu antara lain berasal dari unsur pegawai Dinas Kesehatan DIY serta dinas kesehatan di kabupaten/kota.

Baca juga: Gita Wirjawan: Pulihnya daya beli tergantung kecepatan vaksinasi COVID

"Mulai dari dinas kesehatan provinsi, dinas kesehatan kabupaten/kota, fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) mengirimkan vaksinatornya untuk dilatih," kata dia.

Setelah para vaksinator mendapatkan pelatihan, kata dia, sosialisasi mengenai program vaksinasi COVID-19 baru akan dilakukan secara bertahap berbagai informasi mengenai vaksin itu termasuk efek samping yang berpotensi ditimbulkan.

Selain vaksinator belum siap diterjunkan, menurut Pembajun, hingga kini sosialisasi vaksin itu belum dilakukan karena belum ada kepastian vaksin apa yang akan digunakan.

"Sampai sekarang kan belum (dipastikan). Kita baru disuruh menyiapkan data saja, walaupun informasi terbesar kita kemungkinan pakai Sinovac," kata dia.

Mengenai alokasi vaksin COVID-19 untuk DIY, Pembajun mengatakan bahwa hingga kini belum dipastikan jumlahnya.

Baca juga: Erick Thohir ungkap pentingnya satu data vaksinasi COVID-19

Baca juga: Dinkes Bali: 2,6 juta orang penerima sasaran vaksinasi COVID-19


Meski sebelumnya DIY diperkirakan mendapat alokasi 2,2 juta vaksin pada periode pertama, ia menyebut angka itu masih memungkinkan berubah mengingat kriteria khusus penerima vaksin harus bukan pemilik riwayat penyakit penyerta (komorbid) maupun penyakit infeksi.

"Mereka yang tidak punya komorbid, terus yang saat akan vaksinasi dilaksanakan, dia tidak punya penyakit infeksi. Kriteria ini minimal yang harus dipegang," tuturnya.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020