Penularan COVID-19 di Sulut lebihi angka 7.000 kasus

Penularan COVID-19 di Sulut lebihi angka 7.000 kasus

Jubir Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulut, dr Steaven Dandel (1)

Manado (ANTARA) - Penularan COVID-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah melebihi angka 7.000 kasus setelah bertambah sebanyak 104 kasus baru pada Rabu.

"Bila diakumulasi, jumlah COVID-19 sejak bulan Maret telah mencapai angka 7.066 kasus," ujar Jubir Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulut, dr Steaven Dandel di Manado.

Kota Manado kembali menjadi daerah dengan penularan terbanyak, yakni bertambah 27 kasus.

Kota Tomohon menjadi kedua terbanyak dengan 18 kasus, Kabupaten Minahasa (15 kasus), dan Kota Kotamobagu (13 kasus).

Baca juga: Siswa di Manado manfaatkan taman BRI belajar daring saat pandemi

Baca juga: Sulut alami lonjakan COVID-19 terbanyak dengan 152 kasus baru


Selanjutnya, Kabupaten Minahasa Utara (sembilan kasus), Bolaang Mongondow Selatan (lima kasus), Kota Bitung (empat kasus), Minahasa Selatan dan Kepulauan Sangihe masing-masing tiga kasus, Kepulauan Sitaro (dua kasus) serta Bolaang Mongondow Timur dan Kepulauan Talaud masing-masing satu kasus.

Satgas juga mencatat, provinsi dengan populasi penduduk lebih dari 2,6 juta jiwa itu juga terjadi penambahan pasien sembuh sebanyak 27 orang.

Total pasien sembuh saat ini telah mencapai 5.484 orang atau sebanyak 77,61 persen.

Kabupaten Minahasa terbanyak kasus sembuh (13 kasus), Kota Tomohon (empat kasus), Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kota Manado masing-masing tiga kasus, sisanya Kabupaten Minahasa Tenggara dan Minahasa Utara masing-masing dua kasus.

Akumulasi kasus meninggal juga dilaporkan mencapai 247 orang atau sebanyak 3,49 persen setelah ketambahan dua kasus.

"Pasien aktif tercatat sebanyak 1.335 orang atau sebesar 18,9 persen. Kami berharap warga terus mematuhi protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik maupun jarak sosial," ajaknya.*

Baca juga: Satgas catat Sulut ketambahan 79 kasus baru COVID-19

Baca juga: Bungkil kelapa primadona ekspor Sulut ke India saat pandemi COVID-19
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020