Dubes RI terima anugerah "Friendship Order" dari Presiden Vietnam

Dubes RI terima anugerah

Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi (kiri) menerima anugerah Friendship Order dari Presiden Vietnam Nguyen Phu Trong, yang diserahkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam Nguyen Quoc Dzung (kanan) dalam upacara di Kantor Kementerian Luar Negeri Vietnam, Kamis (3/12/2020). (ANTARA/HO-KBRI Hanoi)

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi mendapatkan anugerah Friendship Order atau Orde Persahabatan dari Presiden Vietnam Nguyen Phu Trong sebagai tanda jasa dalam penguatan hubungan kedua negara.

"Orde Persahabatan tersebut diberikan atas kontribusi positif dan aktif Duta Besar Ibnu Hadi dalam mendorong dan mempromosikan persahabatan tradisional dan kemitraan strategis Vietnam dan Indonesia," tulis Kedutaan Besar RI (KBRI) di Hanoi dalam pernyataan yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis.

Penghargaan diserahkan oleh Pemerintah Vietnam melalui Wakil Menteri Luar Negeri Nguyen Quoc Dzung dalam upacara yang gelar di Kantor Kementerian Luar Negeri Vietnam pada Kamis pagi.

Orde Persahabatan adalah anugerah kedua yang diterima oleh Ibnu Hadi dalam sisa masa tugasnya di Vietnam. Ia, sebelumnya, menerima penghargaan Medal for Peace and Friendship Among Nations dari Vietnam Union of Friendship Organizations (VUFO) pada 24 November.

Dikutip dari pernyataan KBRI Hanoi, Wamenlu Quoc Dzung, dalam pidatonya mengatakan "selama beberapa tahun terakhir, hubungan persahabatan dan kerja sama multiaspek antara Vietnam dan Indonesia terus berkembang dengan baik."

Perkembangan positif itu ditunjukkan melalui total angka perdagangan kedua negara yang tumbuh dari 6,82 miliar dolar AS (setara Rp96,9 triliun) pada 2017 menjadi 9,01 miliar dolar AS (setara Rp128 triliun) pada 2019 --menurut data resmi, serta sejumlah investasi Indonesia di Vietnam

Sementara itu, Ibnu Hadi menyampaikan bahwa 2020 sebagai tahun terakhir masa jabatannya bertepatan dengan beberapa momentum penting, antara lain keketuaan Vietnam di ASEAN, posisi Indonesia dan Vietnam dalam anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB,  serta peringatan 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Vietnam.

Selain itu, sektor ekonomi digital yang tengah digaungkan Pemerintah Indonesia juga berperan dalam hubungan kedua negara, dengan sejumlah perusahaan dalam negeri yang merambah pasar Vietnam.

“Beberapa unicorn Indonesia seperti Traveloka, Gojek, dan Ruang Guru telah melebarkan sayapnya di Vietnam. Platform e-commerce kecantikan Indonesia, Sociolla, juga akan segera meluncurkan ekspansi luar negeri pertamanya di Vietnam pada minggu depan," kata Dubes Ibnu Hadi.

Baca juga: Vietnam negosiasi pengaturan koridor perjalanan dengan Indonesia

Baca juga: Menristek: Indonesia bertekad salip Vietnam dalam produksi kopi

Baca juga: Gojek resmi terintegrasi di Indonesia, Vietnam, Singapura dan Thailand


 

Negosiasi delimitasi ZEE Indonesia-Vietnam perlu segera dituntaskan

Pewarta : Suwanti
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020