DPRD Yogyakarta usulkan KBM tatap muka ditunda jika COVID-19 meningkat

DPRD Yogyakarta usulkan KBM tatap muka ditunda jika COVID-19 meningkat

Ilustrasi - Siswa mengikuti pembelajaran praktik secara tatap muka di SMK 2 Yogyakarta, Jetis, DI Yogyakarta, Kamis (24/9/2020). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.

Yogyakarta (ANTARA) - Komisi D DPRD Kota Yogyakarta mengusulkan agar kegiatan belajar mengajar dengan cara tatap muka di sekolah di Kota Yogyakarta pada semester genap yang rencananya dimulai Januari 2021 ditunda terlebih dulu jika temuan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 masih terus meningkat.

“Lebih baik mengutamakan keselamatan dan kesehatan siswa, guru, dan warga sekolah lain daripada memaksakan penerapan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka meskipun dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” kata Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Ali Fahmi di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, pembelajaran bagi siswa dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), TK, SD, dan SMP lebih baik dilanjutkan menggunakan sistem pembelajaran daring maupun luring yang selama ini sudah diterapkan.

Selain itu, Fahmi juga memberikan catatan mengenai beban pembelajaran daring untuk dikurangi sehingga tetap bisa diterima dan dipahami dengan baik oleh siswa.

Baca juga: Disdik Sampang hentikan KBM tatap muka di satu SDN karena COVID-19

Baca juga: Kemendikbud : Pembelajaran tatap muka tuntut kedisiplinan tinggi

“Khusus untuk siswa yang duduk di bangku kelas 6 SD dan kelas 9 SMP, diprioritaskan mendapat materi pembelajaran yang akan digunakan untuk ujian lokal DIY,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi D Triyono Hari Kuncoro mengatakan bahwa pembelajaran dengan sistem daring atau pembelajaran jarak jauh memiliki kendala dalam kualitas pemberian materi pembelajaran ke siswa.

“Saya kira, capaian 60 persen dari kurikulum sudah cukup bagus. Karena ada orang tua yang tidak mampu memberikan pendampingan kepada anaknya saat belajar di rumah,” katanya.

Meskipun demikian, lanjut dia, penerapan pembelajaran tatap muka juga harus dipikirkan dan diperhitungkan secara masak apabila akan dilaksanakan.

Ia menyebut, ada beragam protokol kesehatan yang harus diterapkan seperti disinfeksi berkala, pembatasan jumlah siswa, penyiapan sarana dan prasarana kebersihan serta memastikan keseimbangan dari sisi kesehatan dan keselamatan dengan pencapaian kurikulum.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarat Budhi Asrori mengatakan, belum memutuskan kapan pembelajaran tatap muka akan dilakukan.

“Pertimbangan utama kami adalah pada faktor kesehatan dan keselamatan semua pihak. Meskipun demikian, persiapan sarana dan prasarana protokol kesehatan tetap dilakukan, membentuk satgas di sekolah dan menyusun protokol kesehatan pembelajaran tatap muka,” katanya.*

Baca juga: Kemendikbud : Mahasiswa yang tidak mau tatap muka bisa melalui daring

Baca juga: Praktisi: Pemda harus libatkan orang tua dalam pembelajaran tatap muka

Pewarta : Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020